Redaksi : Kamis, 23 Juli 2026 15:14

MAROS, BUKAMATANEWS– Setelah bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat akibat kerusakan yang mengganggu mobilitas, Jalan Poros Moncongloe-Pamanjengan di Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros, akhirnya memasuki tahap pembangunan permanen. Proyek yang menjadi akses vital penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Maros itu resmi dimulai melalui Program Multi Years Project (MYP) Paket 6 Infrastruktur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dengan total anggaran mencapai Rp239 miliar.

Groundbreaking proyek dilakukan langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman di Desa Moncongloe, Kecamatan Moncongloe, Kamis (23/7/2026). Turut mendampingi Bupati Maros Chaidir Syam, Anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan, jajaran Forkopimda Maros, serta masyarakat setempat.

Dalam proyek tersebut, ruas Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah akan dibangun sepanjang sekitar 9,3 kilometer. Ruas ini selama ini menjadi salah satu jalur dengan tingkat lalu lintas tertinggi karena menghubungkan kawasan permukiman, pusat ekonomi, hingga akses menuju Makassar.

"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kita groundbreaking Jalan Moncongloe. Ini adalah jalan strategis yang selama ini menjadi keluhan masyarakat," ujar Andi Sudirman.

Menurutnya, pembangunan ruas tersebut menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Sulsel karena memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

"Ruas ini memiliki peran yang sangat vital sebagai jalur penghubung Kota Makassar dan Kabupaten Maros. Aktivitas lalu lintas di ruas ini sangat tinggi setiap harinya, sehingga penanganannya memang menjadi kebutuhan mendesak," katanya.

Gubernur juga mengajak masyarakat ikut mengawal proses pembangunan agar dapat berjalan sesuai target. Ia meminta pengendara dan warga sekitar memaklumi jika selama masa konstruksi akan diberlakukan pengaturan lalu lintas demi keselamatan dan kelancaran pekerjaan.

"Kami mohon maaf apabila selama proses pekerjaan terdapat gangguan terhadap aktivitas masyarakat maupun mobilitas pengendara. Terima kasih kepada masyarakat yang telah bersabar menunggu pembangunan jalan ini. Mohon doa dan dukungannya agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu," tuturnya.

Sebelum pembangunan permanen dimulai, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan lebih dahulu melakukan penanganan darurat di sejumlah titik kerusakan agar ruas jalan tetap dapat dilalui masyarakat dengan aman. Langkah tersebut dilakukan sebagai solusi sementara sembari menunggu dimulainya pekerjaan konstruksi permanen.

Rampungnya pembangunan Jalan Poros Moncongloe-Pamanjengan diharapkan mampu mengakhiri persoalan jalan rusak yang selama ini dikeluhkan warga sekaligus meningkatkan kelancaran arus kendaraan pada salah satu koridor transportasi terpenting yang menghubungkan Makassar dan Maros.