SIDRAP, BUKAMATANEWS - Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) selangkah lagi beroperasi. Progres pembangunan sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu telah mencapai 90 persen dan ditargetkan mulai menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 31 Juli 2026.
Untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turun langsung meninjau lokasi pembangunan di Desa Mario, Kecamatan Kulo, Selasa malam (21/7/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Sosial Wahidah Alwi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perempuan, dan Perlindungan Anak (PMDPPA) Andi Surya Praja Hadiningrat, Camat Kulo Muhammad Arisal Asad, Kasat Intelkam Polres Sidrap Iptu Andi Aswan, Koordinator Wilayah BIN Sidrap Putri, Kepala Desa Mario Andi Maesur, serta Kapospol Kulo Ipda Suardi.
Syaharuddin mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera.
"Bangunan Sekolah Rakyat sudah mencapai 90 persen dan dikerjakan dalam waktu kurang dari tujuh bulan. Ini adalah wujud komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Ia mengungkapkan, jika tidak ada kendala, Sekolah Rakyat SRT 1 Sidrap akan mulai menyambut peserta didik melalui kegiatan MPLS pada 31 Juli 2026.
"Alhamdulillah, Sekolah Rakyat SRT 1 Sidrap telah siap melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah pada 31 Juli 2026," katanya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Republik Indonesia, Menteri Sosial, Menteri Pekerjaan Umum, serta Gubernur Sulawesi Selatan atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Sidrap untuk menghadirkan program Sekolah Rakyat.
Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pembangunan kawasan pendidikan seluas sekitar 10 hektare dalam waktu kurang dari tujuh bulan merupakan hasil sinergi seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga aparat keamanan dan masyarakat.
Lebih dari sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan baru, Syaharuddin menilai Sekolah Rakyat menjadi investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sidrap.
Ia berharap sekolah tersebut mampu melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.
"Kami berharap lahan yang hari ini berdiri Sekolah Rakyat akan menjadi tempat lahirnya generasi penerus yang cerdas, berkarakter, dan mampu mengantarkan anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sidrap meraih cita-citanya," tuturnya.
Syaharuddin menegaskan, kehadiran Sekolah Rakyat memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik.
"Sekolah Rakyat bukan sekadar bangunan. Ini adalah simbol harapan dan bukti nyata bahwa pendidikan merupakan jalan terbaik untuk memutus rantai kemiskinan. Semoga kehadirannya membawa perubahan besar bagi masa depan masyarakat Sidrap dan menjadi kebanggaan bagi Indonesia," tegasnya.
Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Sidrap dirancang sebagai sekolah berasrama yang dilengkapi ruang belajar, asrama, serta sistem pembinaan karakter secara terpadu. Kehadirannya diharapkan membuka akses pendidikan yang lebih merata sekaligus meningkatkan kualitas hidup anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sidrap.
BERITA TERKAIT
-
Bupati Sidrap Terbitkan Edaran Siaga Kemarau, Warga Diminta Mulai Mitigasi Bencana dari Rumah
-
Sidrap Matangkan HUT Ke-81 RI, Gandeng LLDIKTI Wilayah IX untuk Hadirkan Perayaan Lebih Kolaboratif
-
Menilik Aksi Bupati Sidrap di Hari Pertama Sekolah: Mengantar, Menyapa, dan Menginspirasi
-
Tampil Kompak di Jalan Sehat Anti Mager, Kontingen Sidrap Unjuk Gigi di Hadapan Ribuan Peserta
-
Hadiri Rapat Bersama Menteri ATR/BPN, Wabup Sidrap Siap Kawal LP2B untuk Ketahanan Pangan