Bupati Maros Turun Tangan Kawal Pemulangan Jenazah Warga yang Tewas di Armenia, Gandeng DPR RI dan Kementerian P2MI
Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus hingga pemulangan jenazah selesai, sembari menunggu perkembangan resmi dari KBRI dan Kementerian P2MI.
MAROS, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bergerak cepat mengawal penanganan kasus meninggalnya Valent Alexy Tamboto, warga Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, yang dilaporkan meninggal dunia di Armenia.

Bupati Maros AS Chaidir Syam memastikan pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), hingga anggota DPR RI, guna mempercepat proses pemulangan jenazah ke tanah air.
"Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik. Harapan kami tentu jenazah almarhum dapat dipulangkan ke Indonesia agar bisa dimakamkan di kampung halamannya bersama keluarga," kata Chaidir Syam saat ditemui di Kantor Bupati Maros, Selasa (21/7/2026).
Chaidir mengungkapkan, secara khusus dirinya telah meminta bantuan Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi dan Uya Kuya, untuk ikut mengawal penanganan kasus melalui komisi di DPR RI yang membidangi persoalan pekerja migran.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak di tingkat pusat diharapkan dapat mempercepat koordinasi lintas negara, terutama terkait proses investigasi dan pemulangan jenazah.
Tak lama setelah menerima kabar duka tersebut, Pemkab Maros langsung menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Maros mendatangi rumah keluarga korban untuk memberikan pendampingan sekaligus memastikan seluruh kebutuhan administrasi dapat dipenuhi.
Selain itu, pemerintah daerah juga menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian P2MI yang saat ini berkoordinasi dengan KBRI yang membawahi wilayah Armenia.
"Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap investigasi. Kami terus menunggu informasi resmi dari KBRI melalui Kementerian P2MI, dan setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada keluarga maupun masyarakat," ujar Chaidir.
Mantan Ketua DPRD Maros dua periode itu juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Valent Alexy Tamboto.
Menurutnya, kepergian korban bukan hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Maros.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Maros turut berduka cita atas meninggalnya saudara kami, anak kami, Valen Alexy Tamboto. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberi kekuatan menghadapi cobaan ini," ucapnya.
Chaidir turut mengajak seluruh masyarakat Maros mendoakan agar proses pemulangan jenazah dapat segera terealisasi sehingga almarhum bisa dimakamkan di kampung halamannya.
Keluarga Sempat Kehilangan Kontak
Di sisi lain, adik korban, Arnold Tamboto, mengaku sempat berkomunikasi dengan sang kakak melalui aplikasi Telegram pada malam sebelum kabar duka diterimanya.
Percakapan tersebut, menurut Arnold, berlangsung seperti biasa tanpa menunjukkan adanya tanda-tanda yang mencurigakan.
"Setelah tengah malam kami masih sempat saling bertanya kabar. Besok paginya saya kirim pesan lagi, tapi hanya centang satu. Siang, sore, sampai malam saya terus mencoba menghubungi, tetapi tetap tidak ada balasan," tuturnya.
Arnold mengaku sempat mengira kakaknya sedang beristirahat karena saat itu bertepatan dengan hari libur bekerja.
Namun sekitar pukul 23.30 Wita, ia menerima telepon dari pamannya yang menyampaikan kabar bahwa sang kakak telah meninggal dunia.
"Paman saya bilang, 'Noe, kamu sudah siap dengar ini? Kakakmu meninggal.' Saya langsung syok dan tidak bisa berkata apa-apa," kenangnya.
Tak lama setelah itu, Arnold kembali menerima panggilan yang disambungkan dengan kekasih korban untuk memastikan kabar tersebut.
Dugaan Pelaku Masih Diselidiki
Arnold juga mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, salah seorang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut merupakan warga Makassar yang dikenal sebagai rekan sekamar korban sekaligus pihak yang merekrut Valent bekerja di Armenia.
Meski demikian, informasi tersebut masih sebatas keterangan yang diterima keluarga dan belum mendapat konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum di Armenia.
Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian, motif, serta pihak yang bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Maros menegaskan akan terus mengawal proses penanganan kasus hingga pemulangan jenazah selesai, sembari menunggu perkembangan resmi dari KBRI dan Kementerian P2MI.
News Feed
Berita Populer
21 Juli 2026 09:23
Dari Launching hingga Skincare Class, Citra Cosmetic x Skintific Berbagi Edukasi untuk Kulit Sehat
21 Juli 2026 09:16
BPOM Perkuat Sinergi dengan KSP, Taruna Ikrar Dorong Kemandirian Obat hingga Keamanan Program MBG
21 Juli 2026 07:26
21 Juli 2026 09:38
