GOWA, BUKAMATANEWS – Demam Piala Dunia 2026 semakin terasa di Kabupaten Gowa. Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin mengajak warga untuk menyemarakkan kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia yang dinilai tidak hanya menjadi hiburan bersama, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ajakan tersebut disampaikan Darmawangsyah saat menjadi narasumber dalam Dialog Interaktif Paraikatte TVRI Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (15/7/2026).
Menurutnya, masyarakat kini memiliki kesempatan yang lebih luas untuk menikmati seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 melalui siaran TVRI yang menjangkau hingga pelosok Kabupaten Gowa.
"Saya melihat antusiasme masyarakat saat ini sangat besar. Demam Piala Dunia benar-benar terasa di Kabupaten Gowa. Siaran TVRI dapat menjangkau hingga desa, dusun, bahkan daerah pegunungan. Ini menjadi bukti bahwa seluruh masyarakat Gowa memiliki kesempatan yang sama untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia," ujar Darmawangsyah.
Nobar Jadi Sarana Hiburan dan Penggerak Ekonomi
Darmawangsyah mengatakan, sebagai official broadcaster Piala Dunia 2026 di Indonesia, TVRI menghadirkan akses siaran gratis sehingga masyarakat dapat menikmati pertandingan tanpa harus berlangganan televisi berbayar.
Ia juga menyebut tingginya animo masyarakat didukung terbitnya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.2.7/465/SJ tentang dukungan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk memfasilitasi kegiatan nobar sebagai media hiburan masyarakat sekaligus mempererat kebersamaan dan memperkuat interaksi sosial.
Selain itu, kegiatan nobar juga dinilai mampu menciptakan peluang ekonomi baru bagi pelaku UMKM melalui peningkatan aktivitas perdagangan di lokasi acara.
Antusiasme Warga Sangat Tinggi
Darmawangsyah mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Gowa sebelumnya telah menggelar nonton bareng pertandingan Swiss melawan Argentina di Koperasi Merah Putih Kecamatan Pattallassang.
Kegiatan tersebut, kata dia, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat dan menjadi bukti bahwa sepak bola mampu menyatukan berbagai kalangan.
"Saat itu saya berkoordinasi dengan Pak Dandim untuk menggelar nobar di Koperasi Merah Putih Pattallassang. Antusiasme masyarakat sangat tinggi dan suasananya begitu meriah. Ini menunjukkan sepak bola mampu menjadi pemersatu masyarakat," ungkapnya.
Makodim Gowa Siap Tampung 2.000 Penonton
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1409/Gowa Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi mengatakan pihaknya telah menyiapkan halaman Makodim 1409/Gowa sebagai lokasi nonton bareng yang terbuka bagi masyarakat.
Area tersebut diperkirakan mampu menampung sekitar 2.000 penonton, sehingga diharapkan dapat menjadi pusat kebersamaan masyarakat selama berlangsungnya Piala Dunia.
"Kami ingin nobar ini menjadi ruang kebersamaan masyarakat. Selain aman dan nyaman, kegiatan ini juga menggerakkan UMKM lokal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas," ujarnya.
Untuk menjamin kelancaran kegiatan, Kodim 1409/Gowa telah berkoordinasi dengan Polresta Gowa dan Satpol PP Gowa terkait pengamanan. Selain itu, pelaksanaan nobar juga melibatkan pelaku UMKM bersama Pemerintah Kabupaten Gowa dan Persit Kartika Chandra Kirana agar kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Didukung Infrastruktur Olahraga
Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gowa, M. Sahir, menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap Piala Dunia 2026 juga didukung semakin baiknya infrastruktur olahraga yang dimiliki Kabupaten Gowa.
Ia menyebut Stadion Syech Yusuf Sungguminasa belum lama ini digunakan Pemerintah Kota Palu untuk pertandingan persahabatan. Selain itu, Kabupaten Gowa kini juga memiliki Stadion Kalegowa yang telah memenuhi standar nasional dan kerap dimanfaatkan berbagai klub, termasuk PSM Makassar, sebagai lokasi latihan maupun pertandingan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga tersebut menjadi modal penting dalam membangun budaya olahraga sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap sepak bola.
Pemerintah Kabupaten Gowa berharap momentum Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat kebersamaan, menumbuhkan semangat sportivitas, serta menjadi penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di berbagai lokasi penyelenggaraan nonton bareng.
BERITA TERKAIT
-
90 Anak Gowa Mulai Perjalanan di Sekolah Rakyat, Pemkab Sebut Pendidikan Jadi Jalan Putus Mata Rantai Kemiskinan
-
Sukses Selamatkan Anak dari 'Zero Dose', TP PKK Gowa Raih Penghargaan Menteri Kesehatan
-
Pemkab Gowa Perkuat Sinergi dengan Wahdah Islamiyah, Fokus Dukung Program Keagamaan dan Pembangunan
-
Program Sehati Dorong Sekolah dan Keluarga Cegah Kekerasan pada Anak
-
Tak Sesuai Data, Bupati Gowa Temukan Keluarga Miskin Ekstrem di Bontomarannu Terima Bantuan Terakhir Maret 2025