Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 06 Juli 2026 18:47

Saepul Bahri Binzein
Saepul Bahri Binzein

Dinilai Lecehkan Perempuan, Lagu Ciptaan Bupati Purwakarta Tuai Kecaman

Kontroversi lagu tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum setelah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jabar melayangkan somasi terbuka kepada Om Zein.

JAKARTA, BUKAMATANEWS - Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein baru-baru ini viral menuai kecaman.

Anggota DPR RI, Atalia Praratya, mengkritik lirik lagu tersebut karena dianggap merendahkan martabat perempuan dan budaya Sunda.

Belakangan, Om Zein mengunggah lagu itu melalui akun TikTok pribadinya pada awal 2026.

Berikut lirik dan artinya:

Nuhun Gusti

Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki

Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Cacak mun jadi awewe

Andai saja jadi perempuan

ES-Em-Pe kelas tilu

SMP kelas tiga

Tos Karuron tujuh kali

Sudah keguguran tujuh kali

Nuhun Gusti

Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki

Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Teu kudu meuli kutang

Tidak usah membeli bra

Nu busana leuwih gede batan susu

yang busanya lebih besar dari pay*dara

Nuhun Gusti

Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki

Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek

Tak perlu cari apotek

Alatan telat bulan

Karena telat datang bulan (haid)

Nuhun Gusti

Terima kasih Tuhan

Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki

Sudah menciptakan aku jadi laki-laki

Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata

Tidak usah melukis alis dan bulu mata

Sakalina ngiceup hese beunta

Sekali kedip susah melek

Lalaki langit

Lelaki langit

Lalanang bejad

Lelaki bejat

Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" Ramai Tuai Kecaman

Salah satu kritik paling keras datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya.

"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," ujarnya.

Menurut Atalia, persoalan tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah selera seni atau kebebasan berekspresi.

Ia juga mempertanyakan alasan pemilihan diksi dalam lagu yang dinilai bertolak belakang dengan nilai budaya Sunda.

Dalam komentarnya, Rossa melontarkan sindiran yang kemudian ramai diperbincangkan netizen.

"Judulna lalaki langit. Penyanyi: Lalaki Gering. Kitu ie teh? (Judulnya Lelaki Langit. Penyanyi: Lelaki Sakit. Gitu maksudnya?)" tulis Rossa.

Kontroversi lagu tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum setelah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jabar melayangkan somasi terbuka kepada Om Zein.

Menurut LBH Jabar, beberapa bagian lirik dinilai menghina tubuh perempuan dan kesehatan reproduksi, termasuk penyebutan keguguran pada anak usia SMP, penggunaan bra, hingga persoalan menstruasi. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein #Lalaki Langit # Lalanang Bejat #Pelecehan perempuan #LBH

Berita Populer