Gubernur Sulsel Salurkan Bantuan untuk Keluarga Bocah Korban Tenggelam di Pantai Depan Masjid 99 Kubah
Muh Hafid Al-Imran meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi bersama dua orang saudaranya di pantai depan Masjid 99 Kubah, kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, pada Kamis sore, 2 Juli 2026.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Kepedulian Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, kembali hadir bagi masyarakat yang tengah berduka. Sebagai bentuk empati atas musibah yang dialami keluarga almarhum Muh Hafid Al-Imran (10), Andi Sudirman menyalurkan bantuan sosial kemanusiaan berupa dana santunan dan sejumlah paket sembako.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Staf Khusus Gubernur Sulsel, Achmad Hidayat, kepada ibu korban, Nurhadija Saipa, di Jalan Kakatua II, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sabtu, 4 Juli 2026.
Achmad Hidayat menyampaikan bantuan tersebut merupakan arahan langsung dari Gubernur Sulsel sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
"Atas arahan Bapak Gubernur, kami menyerahkan bantuan sosial kemanusiaan kepada keluarga almarhum. Beliau sangat peka dan memiliki empati yang besar terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban keluarga," kata Achmad Hidayat.
Nurhadija Saipa, yang sehari-harinya mengabdikan diri membantu mengurus Panti Asuhan Hikmah, tampak tegar menerima perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Gubernur Sulsel atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada keluarganya di tengah duka yang mendalam.
"Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur atas bantuan dan kepeduliannya kepada kami. Semoga Allah membalas segala kebaikan beliau," ucap Nurhadija.
Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Sosial Sulsel, Wakil Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Kubah 99 Asmaul Husna Ustadz Mufassir Arif, para imam masjid, serta pengurus Masjid 99 Kubah yang ikut memberikan dukungan moril dan menguatkan keluarga korban.
Diketahui, Muh Hafid Al-Imran meninggal dunia setelah tenggelam saat mandi bersama dua orang saudaranya di pantai depan Masjid 99 Kubah, kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar, pada Kamis sore, 2 Juli 2026.
Setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR gabungan, korban ditemukan sekitar pukul 18.37 Wita dalam kondisi meninggal dunia. (*)
