Redaksi : Jumat, 03 Juli 2026 20:52

SIDRAP, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mempercepat penguatan infrastruktur pertanian sebagai upaya meningkatkan produksi pangan. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Sungai Saddang Sub Unit Sidenreng II yang akan segera dikerjakan di Desa Amparita, Kecamatan Tellu Limpoe.

Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif turun langsung meninjau lokasi rehabilitasi, Jumat (3/7/2026). Peninjauan dilakukan guna melihat kondisi lapangan sekaligus memastikan seluruh persiapan telah matang sebelum proyek dimulai.

Sebelumnya, Syaharuddin membuka sosialisasi pelaksanaan rehabilitasi DI Sungai Saddang yang diselenggarakan Balai Wilayah Sungai (BWS) Saddang bersama Pemerintah Kabupaten Sidrap di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sidrap, Andi Safari Renata, beserta jajaran teknis terkait.

Syaharuddin menjelaskan rehabilitasi akan difokuskan pada Bangunan Sadap Irigasi (BSI) 18 hingga BSI 35. Ruas tersebut menjadi prioritas karena mengalami pendangkalan cukup parah akibat sedimentasi yang menghambat distribusi air ke areal persawahan.

"Awalnya kedalaman saluran sekitar empat meter, namun kini tinggal sekitar dua meter akibat sedimentasi. Karena itu akan dilakukan normalisasi, sekaligus pengecoran dinding dan dasar saluran agar aliran air menjadi lebih lancar menuju areal persawahan, khususnya di Kecamatan Panca Lautang," jelasnya.

Menurut Syaharuddin, kelancaran distribusi air merupakan faktor utama dalam menjaga produktivitas pertanian. Karena itu, rehabilitasi jaringan irigasi menjadi investasi jangka panjang yang akan memberikan manfaat besar bagi petani, terutama dalam menjaga ketersediaan air sepanjang musim tanam.

Ia menegaskan, pembangunan sektor pertanian di Sidrap tidak hanya bertumpu pada satu program. Pemerintah daerah saat ini menjalankan tiga agenda strategis yang saling terintegrasi, yakni rehabilitasi jaringan irigasi, percepatan pembangunan Bendung Torere, serta penyediaan jaringan listrik ke kawasan persawahan.

Pembangunan Bendung Torere yang kini masih berlangsung diharapkan semakin memperkuat pasokan air irigasi, sementara program listrik masuk sawah akan mendukung penggunaan teknologi pertanian yang lebih modern dan efisien.

"Tiga program ini, yaitu rehabilitasi irigasi, pembangunan Bendung Torere, dan listrik masuk sawah, saling mendukung dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Harapan kita produksi gabah semakin meningkat, sehingga pendapatan petani, khususnya masyarakat Desa Lise dan wilayah sekitarnya, juga ikut bertambah," ujar Syaharuddin.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mempertahankan posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan. Melalui pembangunan infrastruktur pertanian yang berkelanjutan, pemerintah berharap produktivitas gabah terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin membaik.