MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus mendorong peningkatan kualitas hidup lanjut usia (lansia) melalui program Sekolah Lansia Sipakalebbi S1 Kelas Berdaya dan Kelas Tangguh.
Memasuki pertemuan ke-4, kegiatan ini menghadirkan dosen dari Poltekkes Kemenkes Makassar sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan sendi pada lansia. Materi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya menjaga fungsi persendian agar tetap dapat beraktivitas secara nyaman dan mandiri.
Edukasi kesehatan sendi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kebugaran lansia. Seiring bertambahnya usia, fungsi persendian dapat mengalami perubahan yang memengaruhi mobilitas dan kemampuan seseorang menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, pengetahuan mengenai cara menjaga kesehatan sendi diperlukan agar lansia dapat mempertahankan kemandirian dan kualitas hidupnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya menjaga kesehatan persendian serta menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Upaya ini diharapkan membantu lansia lebih memahami cara merawat tubuh, menjaga kemampuan bergerak, dan mengenali kondisi yang memerlukan perhatian tenaga kesehatan.
Program Sekolah Lansia Sipakalebbi merupakan bagian dari upaya DPPKB Kota Makassar dalam mendorong terwujudnya lansia yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Melalui pembelajaran yang berkelanjutan, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan kesehatan, tetapi juga didorong untuk tetap berpartisipasi dalam kehidupan keluarga dan lingkungan sosial.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Drs. A. Irwan Bangsawan, M.Si., mengatakan Sekolah Lansia dibentuk sebagai wadah pembelajaran sepanjang hayat untuk mewujudkan lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat.
“Melalui Sekolah Lansia, kami ingin memastikan para lansia terus memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang mendukung kesehatan serta kemandirian mereka. Lansia yang sehat dan produktif akan menjadi bagian penting dalam mewujudkan keluarga yang berkualitas di Kota Makassar,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran bagi lansia perlu terus diperkuat agar mereka memiliki bekal untuk menjaga kesehatan, menjalani aktivitas sehari-hari, dan mempertahankan peran positif di tengah keluarga maupun masyarakat.
Melalui pertemuan ke-4 ini, DPPKB Kota Makassar berharap materi yang diberikan dapat diterapkan peserta dalam kehidupan sehari-hari. Para lansia juga diharapkan terus memiliki semangat untuk belajar, menjaga kesehatan, dan menjalani masa lanjut usia secara aktif serta bermartabat.
Dengan demikian, Sekolah Lansia Sipakalebbi diharapkan menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mendukung terwujudnya lansia SMART sekaligus memperkuat pembangunan keluarga berkualitas di Kota Makassar.
BERITA TERKAIT
-
Perkuat Kolaborasi Pentahelix, GENTING Sulsel-Makassar Dorong Percepatan Penurunan Stunting
-
Pemkot Makassar Evaluasi Program Penurunan Stunting Semester I 2026, Perkuat Sinergi Lintas Sektor
-
Pemkot Makassar Perkuat Program Bangga Kencana, Dorong Terwujudnya Keluarga Berkualitas
-
Menteri Sosial Resmikan Gerakan Nasional Peduli Tetangga, Perkuat Solidaritas dan Perlindungan Sosial
-
Pelatihan CTU Lima Hari Resmi Ditutup, DPPKB Makassar Dorong Peningkatan Kualitas Layanan KB