Laba BCA Tumbuh 4,2 Persen, Kredit Tembus Rp1.063 Triliun
27 Oktober 2026 23:19
Adapun penyumbang utama inflasi y-to-y Bulan Juni 2026, adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil 2,47 persen. Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah tomat.
LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Badan Pusat Statistik (BPS) kembali merilis perkembangan inflasi atau indeks harga konsumen Bulan Juni 2026, Rabu, 1 Juli 2026.

Menurut BPS, pada Bulan Juni 2026 terjadi inflasi m-to-m sebesar 0,82 persen, inflasi y-on-y sebesar 4,32 persen, dan inflasi y-to-d sebesar 3,13 persen.
"Berkat kolaborasi semua pihak, inflasi di Luwu Timur masih terkendali," kata Kepala BPS Luwu Timur, Abdullah Pannu, dalam keterangannya di Aula Kantor BPS Luwu Timur.
Adapun penyumbang utama inflasi Bulan Juni 2026 secara m-to-m adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,30 persen.

"Komoditas penyumbang utama inflasi antara lain tarif air minum PAM, bawang merah, ikan cakalang, bensin, cabe rawit, minyak goreng, ikan layang, pelumas, biskuit, dan roti manis," urainya.
Adapun penyumbang utama inflasi y-to-y Bulan Juni 2026, adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan andil 2,47 persen. "Komoditas utama penyumbang inflasi pada kelompok ini adalah tomat," ungkapnya.
Sementara, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan andil 0,51 persen. Komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah tarif air PAM.
"Pada kelompok transportasi dengan andil 0,43 persen, komoditas penyumbang utama inflasi pada kelompok ini adalah angkutan antar kota," bebernya. (*)
27 Oktober 2026 23:19
27 Oktober 2026 22:17
27 Oktober 2026 21:29
27 Oktober 2026 21:18