LUWU UTARA, BUKAMATANEWS — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mulai memperkuat langkah reformasi birokrasi dengan melakukan pemetaan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui asesmen berbasis digital.
Sebanyak 100 ASN mengikuti pembekalan dan pengarahan sebelum menjalani asesmen kompetensi menggunakan metode Computer Assisted Competency Test (CACT) yang digelar di Aula Bapperida Luwu Utara, Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih profesional, sekaligus memastikan penempatan pegawai sesuai kemampuan dan bidang keahliannya.
Prinsip “right man on the right place” menjadi salah satu tujuan utama dari proses asesmen tersebut, agar setiap ASN dapat bekerja lebih optimal sesuai potensi dan kompetensi yang dimiliki.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, mengatakan asesmen kompetensi merupakan tahapan penting dalam membangun kualitas sumber daya aparatur di lingkungan pemerintah daerah.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti proses tersebut dengan serius karena hasil asesmen akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebijakan pengembangan karier ASN.
“Kita harus bersama-sama mendorong transformasi agar ASN mampu menjalankan tugas secara maksimal. Evaluasi awal ini harus diikuti dengan baik karena akan menjadi gambaran bagi pimpinan dalam melihat potensi pegawai, termasuk menjadi bahan pertimbangan dalam penempatan jabatan,” ujar Andi Abdullah Rahim.
Menurutnya, ASN yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi akan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Pelaksanaan asesmen CACT juga mencerminkan penerapan sistem digital dalam manajemen ASN. Dengan metode tersebut, proses penilaian diharapkan berlangsung lebih efektif, objektif, serta transparan.
Tim fasilitator menjelaskan bahwa asesmen ini bukan merupakan ujian yang menentukan kelulusan atau kegagalan peserta. Namun, hasilnya akan memberikan gambaran mengenai potensi, kemampuan, serta area pengembangan setiap ASN.
“Tidak ada istilah lulus atau tidak lulus. Asesmen ini bertujuan memotret kompetensi masing-masing individu, apakah sudah optimal atau masih membutuhkan penguatan,” jelas fasilitator.
Para peserta pun diharapkan mengikuti proses CACT dengan menjawab sesuai kemampuan sebenarnya, tanpa tekanan, sehingga hasil pemetaan dapat menggambarkan kondisi kompetensi ASN secara akurat.
Selain kesiapan materi, peserta juga diminta menjaga kondisi kesehatan agar mampu mengikuti seluruh rangkaian asesmen dengan maksimal.
Melalui langkah ini, Pemkab Luwu Utara berharap dapat melahirkan birokrasi yang semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan pelayanan publik di masa depan.
BERITA TERKAIT
-
Buka Rakerda DMI Luwu Utara, Bupati Andi Rahim Dorong Masjid Jadi Pusat Ibadah dan Pertumbuhan Ekonomi
-
Sukseskan Imbauan Bupati, Sejumlah Pejabat Luwu Utara Kompak Ambil Rapor Anak di SMPN 4 Masamba
-
Dari PENAS XVII Gorontalo, Bupati Luwu Utara Dorong Petani Naik Kelas dan Perkuat Ketahanan Pangan
-
Kenakan Upia Karanji, Bupati Luwu Utara Tampil Kompak Bareng Mendagri dan Mentan di PENAS XVII Gorontalo
-
Luwu Utara Perkuat Gerakan Sekolah Sehat, Dorong Kolaborasi Cegah Masalah Gizi Anak**