Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Sabtu, 15 Agustus 2026 21:21

Sulsel Cup Usia Dini 2026 yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2026, di Lapangan Mini Soccer PDAM Makassar.
Sulsel Cup Usia Dini 2026 yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2026, di Lapangan Mini Soccer PDAM Makassar.

Sulsel Cup Usia Dini 2026 Digelar, Pemprov Sulsel Dorong Pembinaan Sejak Dini

Sulsel Cup Usia Dini 2026 menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan bermain, tetapi juga karakter dan mental bertanding.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Provinsi Sulsel mendorong pembinaan sepak bola sejak usia dini melalui penyelenggaraan Sulsel Cup Usia Dini 2026. Turnamen yang berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di Lapangan Mini Soccer PDAM Makassar itu mempertandingkan kelompok usia U-10, U-11, U-12, U-13, U-14, dan U-15.

Turnamen ini memeriahkan Dirgahayu RI ke-81. Sulsel Cup tidak hanya diarahkan sebagai ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan teknis dan karakter melalui olahraga.

Ketua Panitia Sulsel Cup Usia Dini 2026, Erwin Sodding, mengatakan, pembinaan pemain muda merupakan investasi jangka panjang bagi perkembangan sepak bola Sulsel.

"Kami ingin Sulsel Cup tidak berhenti sebagai turnamen yang selesai ketika pertandingan berakhir. Kami ingin menjadikannya bagian dari proses panjang menemukan, membina, dan menjaga talenta-talenta muda Sulawesi Selatan," kata Erwin.

Menurut Erwin Sodding yang juga Calon Ketua PSSI Sulsel ini, bahwa keberhasilan turnamen usia dini tidak semata-mata diukur dari tim yang keluar sebagai juara. Lebih dari itu, kompetisi diharapkan memberikan pengalaman kepada pemain muda dan menjadi salah satu sarana untuk mengidentifikasi potensi mereka.

"Hari ini mereka bermain untuk klub dan sekolahnya. Besok mereka bisa bermain untuk daerah. Suatu hari nanti, kita berharap ada diantara mereka yang mengenakan jersey Tim Nasional Indonesia," ujarnya.

Erwin mengatakan, Sulsel memiliki sejarah dalam melahirkan pemain sepak bola yang berkiprah di tingkat nasional. Potensi tersebut, menurut dia, perlu dijaga melalui sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Karena itu, pembinaan tidak cukup dilakukan ketika seorang pemain sudah menunjukkan kemampuan di tingkat tinggi. Proses tersebut perlu dimulai sejak anak mengenal sepak bola, belajar bekerja sama, memahami aturan permainan, hingga mampu menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

Sulsel Cup 2026 juga diarahkan sebagai ruang pembelajaran bagi pemain muda. Selain kemampuan teknis, peserta diperkenalkan pada nilai sportivitas, disiplin, kerja sama, kepemimpinan, keberanian, dan sikap pantang menyerah.

"Setiap pertandingan harus menjadi ruang belajar. Anak-anak tidak hanya belajar mencetak gol atau memenangkan pertandingan, tetapi juga belajar menghormati lawan dan menerima hasil pertandingan," kata Erwin.

Ia menilai pembinaan olahraga yang dilakukan secara konsisten tidak hanya berpotensi melahirkan atlet berprestasi, tetapi juga membentuk generasi muda yang memiliki karakter dan mental kompetitif.

Menurut Erwin, pengembangan sepak bola usia dini membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, asosiasi sepak bola, klub, akademi, sekolah, pelatih, orang tua, dunia usaha, dan masyarakat perlu mengambil peran dalam membangun ekosistem pembinaan.

Kompetisi usia dini menjadi salah satu bagian penting dalam ekosistem tersebut. Pemain membutuhkan pertandingan untuk mengasah kemampuan, sementara pelatih dan klub dapat menggunakan kompetisi sebagai ruang evaluasi sekaligus mengidentifikasi talenta potensial.

Karena itu, Sulsel Cup diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi bagian dari agenda pembinaan sepak bola yang berkesinambungan di Sulsel.

Erwin mengatakan, pembangunan prestasi sepak bola membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan secara instan.

"Kita tidak bisa berharap hari ini menanam bibit, besok langsung memetik buah. Sepak bola membutuhkan proses. Anak usia 10 tahun hari ini mungkin baru akan mencapai kematangan prestasi satu dekade ke depan. Karena itu, investasi terbesar kita adalah keberanian untuk membangun pembinaan mulai sekarang," ujarnya.

Ia berharap konsistensi penyelenggaraan kompetisi usia dini, peningkatan kualitas pelatih, perluasan akses pembinaan, serta identifikasi talenta secara berkelanjutan dapat memperkuat regenerasi pemain sepak bola Sulsel.

"Kita ingin suatu hari nanti ketika Tim Nasional Indonesia bermain, ada anak-anak dari Sulawesi Selatan yang berdiri di lapangan membawa nama Indonesia. Salah satu prosesnya bisa dimulai dari lapangan-lapangan kecil seperti SULSEL Cup," kata Erwin.

Sulsel Cup Usia Dini 2026 pun menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi pemain yang tidak hanya memiliki kemampuan bermain, tetapi juga karakter dan mental bertanding.

Panitia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, klub dan sekolah peserta, pelatih, orang tua, wasit, perangkat pertandingan, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Sulsel Cup Usia Dini 2026 #PSSI #Pemprov Sulsel #Sepak Bola #Erwin Sodding #Timnas Indonesia