Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Rabu, 24 Juni 2026 17:54

Dalam upaya masif menekan penyebaran penyakit tular vektor, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur berkolaborasi dengan PT Vale Indonesia (PTVI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Lomba Desa dan Sekolah Pengendali Jentik Tahun 2026.
Dalam upaya masif menekan penyebaran penyakit tular vektor, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur berkolaborasi dengan PT Vale Indonesia (PTVI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Lomba Desa dan Sekolah Pengendali Jentik Tahun 2026.

Tekan DBD, Dinkes Luwu Timur Gelar Lomba Desa dan Sekolah Pengendali Jentik

Melalui kemandirian masyarakat, Dinas Kesehatan dan PT Vale optimistis bahwa kawasan bebas jentik yang dicanangkan dapat terwujud secara berkelanjutan.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Dalam upaya masif menekan penyebaran penyakit tular vektor, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD), dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur berkolaborasi dengan PT Vale Indonesia (PTVI) menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Lomba Desa dan Sekolah Pengendali Jentik Tahun 2026.

Rakor tersebut telah berjalan pada 9-18 Juni 2026 di setiap desa lokus wilayah kerja Puskesmas Malili, Lampia, Wasuponda, Parumpanai, Wawondula, Timampu, Mahalona dan Nuha.

Rakor ini menjadi langkah awal strategis untuk menyamakan persepsi dan mematangkan teknis pelaksanaan lomba yang akan berlangsung selama tiga bulan penuh, mulai Juli hingga September 2026 mendatang.

Dalam pelaksanaannya, setiap Puskesmas akan terlibat aktif dengan mendampingi satu desa binaan (skala dusun) dan satu sekolah tingkat SMP. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat sistem surveilans dan intervensi lingkungan untuk menciptakan kawasan yang bersih, sehat, dan bebas dari jentik nyamuk.

Lebih dari sekadar kompetisi, Dinas Kesehatan dan PT Vale menegaskan bahwa lomba ini merupakan kegiatan pemicu untuk menggerakkan kembali semangat Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

Dalam pertemuan tersebut, terpancar semangat tinggi dari seluruh pihak yang terlibat. Seluruh perwakilan desa dan sekolah yang terpilih menyatakan antusiasme yang luar biasa serta kesiapan penuh untuk mendukung serta menyukseskan kegiatan ini di lingkungan masing-masing.

"Tujuan utama kolaborasi ini bukan sekadar menang lomba. Kami ingin memicu kesadaran masyarakat melakukan PSN melalui G1R1J menjadi budaya sehari-hari. Harapannya, akan terbentuk kemandirian warga dalam menjaga lingkungannya masing-masing, sehingga penularan penyakit tular vektor, terutama DBD, dapat kita tekan seminimal mungkin," ujar Wardan, selaku Ketua Tim Kerja Penyakit Menular Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Luwu Timur.

Melalui kemandirian masyarakat, Dinas Kesehatan dan PT Vale optimistis bahwa kawasan bebas jentik yang dicanangkan dapat terwujud secara berkelanjutan. Keberhasilan di lokasi binaan ini diharapkan mampu menjadi contoh nyata bagi desa-desa lain di seluruh wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Dengan dimulainya tahapan penilaian pada bulan Juli nanti, Dinas Kesehatan Luwu Timur dan PT Vale mengajak seluruh stakeholder untuk berkomitmen penuh menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #Dinas Kesehatan Luwu timur #PT Vale #Penyakit DBD

Berita Populer