Wali Kota Makassar Appi Juara I Lomba Memasak Nasi Goreng Antar Kepala Daerah se-Sulsel
18 Oktober 2026 16:28
Melalui penguatan pembinaan 1.000 HPK dan KIE, DPPKB Kota Makassar berupaya membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara bersama-sama.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kegiatan pembinaan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) di Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Kegiatan yang dilaksanakan melalui Balai Keluarga Berencana (KB) tersebut menyasar ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki bayi di bawah dua tahun (baduta). Kelompok ini menjadi sasaran penting dalam upaya memastikan kebutuhan gizi, kesehatan, dan pengasuhan anak terpenuhi sejak awal kehidupan.
Pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pencegahan stunting, terutama selama periode 1.000 HPK yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan periode 1.000 HPK merupakan fase krusial yang berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kondisi kesehatan anak pada masa mendatang.

“Melalui pembinaan dan edukasi ini, kami ingin meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi yang seimbang, pola asuh yang tepat, serta langkah-langkah pencegahan stunting sejak dini. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Andi Irwan Bangsawan.
Menurutnya, edukasi kepada keluarga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar orang tua memiliki pemahaman yang memadai dalam memenuhi kebutuhan ibu dan anak. Pengetahuan tersebut mencakup pentingnya asupan gizi selama kehamilan, pemantauan pertumbuhan anak, pemberian ASI, serta pemenuhan makanan pendamping ASI sesuai usia dan kebutuhan anak.
Melalui kegiatan KIE, masyarakat juga diharapkan memperoleh informasi yang benar mengenai kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian, keluarga dapat menerapkan pola hidup sehat serta mengenali pentingnya pemeriksaan kehamilan dan pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Andi Irwan menegaskan, pencegahan stunting tidak dapat hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Keterlibatan keluarga, tenaga kesehatan, kader, dan lingkungan sekitar juga dibutuhkan agar upaya pemenuhan kebutuhan dasar anak dapat berjalan secara optimal.
“Peran keluarga sangat menentukan dalam masa 1.000 HPK. Karena itu, kami berharap melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami bahwa periode tersebut merupakan masa emas tumbuh kembang anak yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” tambahnya.
Ia berharap pembinaan di Kelurahan Tamamaung dapat mendorong keluarga lebih aktif memperhatikan kesehatan ibu dan anak, termasuk memastikan kebutuhan gizi terpenuhi serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Melalui penguatan pembinaan 1.000 HPK dan KIE, DPPKB Kota Makassar berupaya membangun kesadaran bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara bersama-sama. Upaya ini diharapkan menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
18 Oktober 2026 16:28
17 Oktober 2026 21:07