Redaksi
Redaksi

Selasa, 23 Juni 2026 16:28

Lantik 369 Kepsek, Appi Titip Amanah Kawal SPMB Bersih dan Wujudkan Pendidikan Terbaik

Lantik 369 Kepsek, Appi Titip Amanah Kawal SPMB Bersih dan Wujudkan Pendidikan Terbaik

Pelantikan tersebut menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan Kota Makassar. Pasalnya, pengukuhan dan pergeseran kepala sekolah secara komprehensif baru kembali dilakukan setelah sekitar satu dekade

Bahkan, ia mendorong agar peserta didik dibiasakan membawa sampah organik dan nonorganik dari rumah sebagai bagian dari edukasi pemilahan sampah sejak dini.

Tidak hanya siswa, kepala sekolah dan guru juga diminta menjadi contoh dengan menerapkan kebiasaan memilah sampah di rumah masing-masing.

"Modalnya cuma dua ember. Tetapi dampaknya sangat besar kalau dilakukan secara konsisten," tuturnya.

Selain program pengelolaan sampah, Munafri juga menginstruksikan seluruh sekolah melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari pendidikan lingkungan hidup.

"Ini, saya harapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih hijau, asri, dan nyaman bagi peserta didik," harap Appi.

Pada kesmepatan ini, dihadapan jajaran SKPD dan juga Kepsek, Munafri juga memberikan perhatian terhadap pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah.

Ia secara tegas meminta sekolah tidak lagi menyelenggarakan acara perpisahan secara berlebihan yang berpotensi membebani orang tua siswa.

Menurutnya, kegiatan perpisahan harus dilaksanakan secara sederhana dan tidak boleh menjadi ajang pungutan terhadap wali murid.

"Kalau ada orang tua yang mau menanggung sendiri silakan. Tapi kalau harus patungan dan memberatkan orang tua murid, jangan dilakukan," tegasnya.

Dia kembali mengingatkan bahwa sekolah bukan tempat untuk melakukan praktik-praktik yang memberatkan masyarakat.

Untuk memastikan seluruh kebijakan berjalan efektif, Munafri menyatakan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin terhadap sektor pendidikan.

Dia berencana mengumpulkan kepala sekolah mulai dari jenjang PAUD, SD hingga SMP setiap bulan untuk membahas berbagai persoalan pendidikan secara detail dan mencari solusi bersama.

"Saya ingin mendengar kalau orang bertanya di mana pendidikan terbaik di Indonesia, jawabannya ada di Kota Makassar," katanya.

Selain kualitas pendidikan, Kepada kepala sekolah dan guru yang bertugas di wilayah kepulauan, Appi menjanjikan perhatian khusus dari Pemerintah Kota Makassar.

Wali Kota Makassar itu, memastikan akan ada tambahan insentif bagi tenaga pendidik yang bertugas di pulau-pulau terluar karena memiliki tantangan yang berbeda dibanding wilayah daratan.

Selain itu, Pemkot Makassar juga menyiapkan fasilitas transportasi laut untuk menunjang mobilitas guru dan kepala sekolah menuju lokasi tugas.

"Kami tidak ingin lagi mendengar keluhan bahwa kepala sekolah berbulan-bulan tidak datang ke pulau atau guru pulang lebih cepat daripada muridnya," jelas Appi.

"Transportasi akan kami siapkan agar akses menuju sekolah dapat berjalan dengan baik," lanjutnya.

Usai pelantikan, Munafri menegaskan bahwa pengukuhan kepala sekolah kali ini memiliki makna penting dalam upaya membenahi tata kelola pendidikan di Kota Makassar.

Menurut Appi, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan sumber daya manusia dan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kita harus memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang adil, merata, dan berkualitas. Karena itu dunia pendidikan harus ditata dengan sangat baik," katanya.

Ia mengakui proses pelantikan memerlukan waktu cukup panjang karena harus melalui sinkronisasi dan validasi data secara menyeluruh.

Menurut Munafri, keterbukaan serta keakuratan data menjadi dasar penting dalam membangun sistem kaderisasi dan pengelolaan pendidikan yang lebih profesional ke depan.

Sementara itu, terkait tugas awal para kepala sekolah, ia menekankan pentingnya memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendidikan, ketersediaan guru, serta pelaporan berbagai kebutuhan sekolah secara berkala kepada pemerintah daerah.

"Jangan sampai ada sekolah yang kekurangan guru atau fasilitas tetapi tidak pernah dilaporkan. Karena itu evaluasi akan dilakukan rutin agar seluruh persoalan pendidikan bisa segera ditangani," tutupnya.

Sedangkan, Kepala BKPSDMD Kota Makassar, Kamelia Tamrin Tantu, mengatakan agenda tersebut menjadi salah satu prioritas penataan birokrasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

Pada kesempatan tersebut, Kamelia juga menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini turut mengawal berbagai proses penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

Termasuk tahapan validasi data kepala sekolah yang berlangsung cukup panjang hingga akhirnya berujung pada pelantikan massal di Tribun Utama Karebosi.

Ia berharap hubungan kemitraan antara pemerintah dan media terus terjaga dengan baik.

"Harapan kami sinergi yang harmonis dengan media dapat terus terjalin, baik dalam menyebarluaskan informasi pembangunan maupun memberikan kritik dan masukan yang konstruktif demi perbaikan pelayanan publik Pemerintah Kota Makassar," tutupnya.

Pelantikan ini, dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, jajaran SKPD dan juga Forkopimda. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Munafri Arifuddin