84 Siswa Luwu Timur Siap Unjuk Kemampuan di Olimpiade Aritmatika Nasional 2026
Kehadiran kontingen UCMAS Luwu Timur di ajang nasional tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, percaya diri, serta memiliki kemampuan akademik yang semakin kuat.
LUTIM, BUKAMATANEWS — Harapan baru bagi dunia pendidikan Kabupaten Luwu Timur kembali tumbuh. Sebanyak 84 siswa terbaik dari program Universal Concept of Mental Arithmetic System (UCMAS) resmi dilepas untuk membawa nama daerah pada ajang Olimpiade Aritmatika Nasional 2026 di Makassar.

Pelepasan kontingen tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, dalam Apel Pagi Pemerintah Kabupaten Luwu Timur di Halaman Kantor Bupati, Senin (22/6/2026).
Para siswa ini akan mengikuti Kompetisi Nasional UCMAS 2026 yang mengusung konsep Olimpiade Sempoa dan Aritmatika Mental. Ajang bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung di Four Points by Sheraton Makassar pada 28 Juni 2026 dan akan diikuti ribuan peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam kompetisi ini, para peserta akan menguji kemampuan berhitung cepat melalui metode sempoa serta pengembangan kemampuan aritmatika mental.
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menyampaikan apresiasi atas perkembangan program UCMAS di daerahnya. Menurutnya, pembelajaran sempoa memberikan dampak positif terhadap kemampuan akademik anak, terutama dalam meningkatkan daya pikir dan kecakapan berhitung.
“Program sempoa ini sangat baik. Keempat anak saya juga mengikuti program ini dan hasilnya sangat luar biasa. Kemampuan berhitung mereka semakin terasah,” ujar Irwan.
Ia menjelaskan, program UCMAS di Luwu Timur saat ini masih berada pada tahap awal pengembangan dan telah menjangkau empat kecamatan, yakni Malili, Wasuponda, Towuti, dan Nuha.
Dengan keberangkatan 84 peserta tersebut, Irwan berharap para siswa mampu tampil maksimal serta membawa prestasi bagi Kabupaten Luwu Timur di tingkat nasional.
“Mereka adalah generasi hebat yang akan membawa nama Luwu Timur. Mari kita berikan doa dan dukungan agar mereka mampu meraih hasil terbaik. Semoga ini menjadi awal berkembangnya pendidikan sempoa di daerah kita,” katanya.
Sementara itu, Owner UCMAS Luwu Timur, Linus Bua’, menjelaskan bahwa metode yang diterapkan dalam UCMAS bukan hanya melatih kemampuan berhitung, tetapi juga dirancang untuk membantu perkembangan otak anak secara optimal.
“UCMAS menggunakan metode sempoa dengan melibatkan dua tangan dan sepuluh jari. Tujuannya untuk menstimulasi perkembangan otak agar kemampuan logika dan kreativitas anak dapat berkembang secara seimbang,” jelasnya.
Linus menyebutkan, UCMAS saat ini telah berkembang di 92 negara dan mulai diperkenalkan di Kabupaten Luwu Timur sekitar enam bulan terakhir.
Menurutnya, keikutsertaan 84 siswa dalam Olimpiade Nasional UCMAS 2026 menjadi langkah penting dalam memperkenalkan potensi anak-anak Luwu Timur di tingkat yang lebih luas.
“Kompetisi ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah mencapai ribuan anak. Luwu Timur mengirimkan 84 peserta sebagai bentuk kesiapan dan semangat untuk bersaing,” ungkapnya.
Kehadiran kontingen UCMAS Luwu Timur di ajang nasional tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, percaya diri, serta memiliki kemampuan akademik yang semakin kuat.
Saya buatkan dengan nuansa **rilis Humas Pemda**: lebih hidup di pembuka, menonjolkan prestasi daerah, dan mengurangi kesan laporan kegiatan.
News Feed
Berita Populer
22 Juni 2026 01:05
22 Juni 2026 01:14
22 Juni 2026 07:39
