Takalar Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Biru, Pemkab dan Unhas Percepat Pengembangan Kawasan Maritim
Dengan dukungan riset dan inovasi, Takalar tidak hanya diproyeksikan sebagai daerah pesisir, tetapi sebagai salah satu simpul penting ekonomi biru di kawasan Indonesia Timur.
TAKALAR, BUKAMATANEWS — Kabupaten Takalar mulai memantapkan langkah menuju transformasi sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi biru di Indonesia Timur. Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) memperkuat kolaborasi untuk menghadirkan pusat pendidikan, riset, dan bisnis kemaritiman yang berbasis inovasi.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan strategis antara Penjabat Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Rektor Unhas Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc, Minggu (21/6/2026).
Pertemuan ini menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah disepakati kedua pihak sejak April 2025 lalu, sekaligus menjadi langkah percepatan menuju realisasi kawasan kemaritiman terpadu di Kabupaten Takalar.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengatakan, posisi geografis Takalar yang memiliki wilayah pesisir luas dan sumber daya laut melimpah menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor ekonomi berbasis kelautan.
Menurutnya, potensi laut yang selama ini ada perlu dikelola dengan pendekatan baru yang mengedepankan ilmu pengetahuan, teknologi, serta keberlanjutan.
“Takalar memiliki kekayaan maritim yang luar biasa. Kehadiran pusat pendidikan dan riset kemaritiman ini bukan hanya membangun fasilitas, tetapi menjadi langkah strategis untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari potensi laut yang kita miliki,” ujar Daeng Manye.
Ia menilai, pengembangan pusat kemaritiman Unhas nantinya dapat menjadi penggerak baru bagi perekonomian daerah, termasuk meningkatkan produktivitas sektor perikanan, membuka lapangan kerja, hingga memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ekonomi biru harus mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Potensi laut harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan bahwa Unhas memiliki komitmen kuat dalam mendorong pengelolaan sumber daya kelautan berbasis riset dan inovasi.
Menurutnya, pengembangan kawasan maritim di Takalar akan menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola sektor kelautan nasional melalui pendekatan berbasis sains.
“Kita ingin potensi kelautan tidak hanya dimanfaatkan secara tradisional, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tinggi yang memiliki daya saing hingga pasar global,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan pusat kemaritiman tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.
Keseriusan Unhas dalam mendukung pengembangan kawasan ini ditandai dengan hadirnya jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Inovasi, Kewirausahaan, dan Bisnis Prof. Dr. Eng. Adi Maulana, S.T., M.Phil., serta Wakil Rektor Bidang SDM, Alumni, dan Sistem Informasi Prof. Dr. Farida Patittingi, S.H., M.Hum.
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Takalar dan Unhas sepakat membentuk tim teknis gabungan yang akan bertugas menyusun langkah implementasi program.
Tim tersebut akan menyusun desain pengembangan kawasan, melakukan kajian kelayakan lokasi, serta menyiapkan tahapan pelaksanaan agar program dapat berjalan secara terukur dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi Takalar dalam membangun sektor maritim yang modern, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan riset dan inovasi, Takalar tidak hanya diproyeksikan sebagai daerah pesisir, tetapi sebagai salah satu simpul penting ekonomi biru di kawasan Indonesia Timur.
