Redaksi : Sabtu, 20 Juni 2026 19:10

LUTRA, BUKAMATANEWS – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (DP2KUKM) mengambil tindakan tegas dengan menutup lima pangkalan gas LPG 3 kg.

Langkah ini diambil setelah ditemukannya berbagai pelanggaran yang merugikan masyarakat. Tak tanggung-tanggung, Bupati Andi Abdullah Rahim langsung turun ke lapangan melakukan sidak, didampingi Kepala DP2KUKM, Akram Risa.

Berdasarkan temuan di lapangan, sebanyak lima pangkalan yang resmi ditutup karena terbukti melakukan berbagai modus kecurangan yang memicu kelangkaan dan lonjakan harga.

Kepala DP2KUKM, Akram Risa, mengungkapkan bahwa terdapat berbagai modus yang dilakukan, seperti memanipulasi stok tabung. “Jumlah fisik tabung di pangkalan tidak sesuai dengan pasokan dari agen. Bahkan, ditemukan pangkalan hanya menyisakan lima tabung kosong, sementara 100 tabung gas lainnya langsung "lenyap" disalurkan secara illegal,” ungkap Akram.

Kecurangan lainnya, ungkap Akram, adalah banyak yang menjual gas Elpiji 3 kg jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga menyebabkan harga begitu mencekik.

“Ada juga yang kami temukan yang memang sengaja menimbun pasokan gas LPG 3 kg dan lebih memprioritaskan menjual ke pengecer demi keuntungan pribadi,” ungkapnya lagi.

Mendengar dan melihat langsung sengkarut ini, Bupati Andi Rahim tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. Saat memantau langsung penyaluran gas LPG di Desa Kapidi Mappedeceng, ia menginstruksikan tindakan tegas tanpa kompromi.

“Kalau ada pengecer atau pangkalan yang begitu, kita cabut izinnya! Sudah berapa yang dicabut izinnya? Ya sudah, cabut saja. Ini kalau kita tidak tegasi seperti itu, cabut saja, cabut, tidak ada urusan!” tegas Bupati Andi Rahim.

Ia menambahkan bahwa langkah tegas ini diambil demi menjamin hak masyarakat miskin agar bisa mendapatkan hak gas subsidi dengan harga yang adil sesuai HET.

Namun, Bupati masih memberikan sedikit ruang bagi mereka yang memang ingin bertobat dan berubah. “Kalau ada yang mau membuat komitmen untuk taat pada aturan yang ada, segera bikin komitmen baru," lanjutnya.

Di pengujung sidaknya, Andi Rahim menegaskan bahwa pengawasan terbaik berada di tangan masyarakat itu sendiri. Ia meminta warga Luwu Utara tidak tinggal diam jika melihat praktik culas di tengah-tengah masyarakat.

“Pokoknya sekarang ini kita semua saling menjaga karena yang mengawasi kita di bawah sekarang ini adalah masyarakat itu sendiri. Jadi, kalau ada yang melakukan kecurangan-kecurangan seperti itu, segera laporkan!” pungkasnya.

Dengan penutupan lima pangkalan ini, Pemda Lutra mengirim sinyal peringatan keras kepada seluruh pangkalan gas untuk memilih, tetap patuh pada aturan atau izin usaha dicabut.