Redaksi : Sabtu, 20 Juni 2026 18:50
Bupati Maros A.S. Chaidir Syam

MAROS, BUKAMATANEWS — Keikutsertaan Kabupaten Maros dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo membawa peluang baru bagi pengembangan sektor pertanian daerah. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ajang berbagi inovasi dan teknologi, tetapi juga membuka pintu kerja sama investasi bernilai puluhan miliar rupiah.

Pemerintah Kabupaten Maros mulai menjajaki kerja sama strategis dengan PT Gorontalo Pangan Lestari (GPL Group) untuk pengembangan ekosistem komoditas jagung. Perusahaan tersebut menyatakan kesiapan menanamkan investasi dengan nilai diperkirakan mencapai lebih dari Rp53 miliar dengan kapasitas pengelolaan hingga 12.000 ton.

Bupati Maros A.S. Chaidir Syam mengatakan, kehadiran kontingen Maros dalam PENAS XVII memberikan manfaat lebih luas dari sekadar peningkatan kapasitas petani dan nelayan.

Menurutnya, forum nasional tersebut menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka jejaring kerja sama dengan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, PENAS tidak hanya menjadi sarana edukasi dan pertukaran teknologi bagi petani dan nelayan kita, tetapi juga menjadi ruang untuk membuka peluang investasi bagi Kabupaten Maros,” ujar Chaidir, Sabtu (20/6/2026).

Chaidir menilai, Gorontalo memiliki pengalaman kuat dalam pengelolaan komoditas jagung, mulai dari produksi hingga rantai pasok. Pengalaman tersebut dinilai relevan untuk diterapkan guna memperkuat sektor pertanian Maros.

Kerja sama tersebut nantinya diarahkan untuk membangun ekosistem jagung yang lebih terintegrasi, dengan sejumlah manfaat bagi petani lokal.

Di antaranya, menghadirkan kepastian pasar melalui skema offtaker atau penyerap hasil panen, sehingga produksi jagung petani memiliki tujuan pemasaran yang jelas.

Selain itu, investasi tersebut juga diharapkan membuka peluang peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi budidaya serta pendampingan pertanian yang lebih modern.

Tidak hanya berhenti pada sektor produksi, Pemkab Maros juga membidik penguatan hilirisasi melalui pembangunan jaringan pergudangan, distribusi, dan logistik yang mampu menggerakkan ekonomi daerah.

Direktur PT Serealia Agro Lestari yang merupakan bagian dari GPL Group, Jasin Mohammad, mengatakan Maros memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra jagung baru di Kawasan Timur Indonesia.

“Investasi ini bukan sekadar aktivitas perdagangan komoditas, tetapi bagaimana membangun ekosistem bisnis pertanian yang berkelanjutan. Dengan kapasitas pengelolaan hingga 12.000 ton, kami optimistis dapat memberikan nilai tambah bagi petani,” kata Jasin.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan Ketenagakerjaan Kabupaten Maros, Nuryadi, memastikan pemerintah daerah siap mengawal proses realisasi investasi tersebut.

Ia menyebut, kemudahan pelayanan dan kepastian administrasi menjadi bagian penting agar kerja sama yang telah dijajaki dapat segera diwujudkan.

“Tugas kami memastikan investasi yang masuk dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Seluruh proses administrasi dan perizinan akan kami fasilitasi agar implementasinya berjalan cepat,” jelas Nuryadi.

Pemkab Maros berharap kerja sama lintas daerah ini dapat menjadi langkah awal memperkuat posisi Maros sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pertanian unggulan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui rantai ekonomi yang lebih kuat.