Redaksi
Redaksi

Rabu, 10 Juni 2026 16:03

Keroyok Stunting dan Masa Depan Anak, Bappeda Makassar Dobrak Ego Sektoral Lewat PAUD HI

Keroyok Stunting dan Masa Depan Anak, Bappeda Makassar Dobrak Ego Sektoral Lewat PAUD HI

Sebagai motor perencana kota, Bappeda memegang peran krusial sebagai dirigen yang menyelaraskan ritme kerja antar-perangkat daerah. Ulfah menegaskan, keberhasilan visi pembangunan manusia di Makassar sangat bergantung pada seberapa kuat komitmen lintas sektor ini di lapangan.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Membangun generasi emas tidak bisa lagi dilakukan dengan cara "jalan sendiri-sendiri". Menyadari hal tersebut, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar resmi menabuh genderang kolaborasi lintas sektor. Bukan sekadar urusan baca-tulis, layanan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) kini dijadikan hulu dari pembangunan manusia di Kota Daeng.

Langkah strategis ini diperkuat dalam Rapat Koordinasi (Rakor) PAUD HI yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Makassar di Hotel Arya Duta, Rabu (10/6/2026). Di sana, seluruh instansi sepakat untuk melebur dan mengeroyok pemenuhan hak anak secara total.

“PAUD Holistik Integratif bukan hanya soal pendidikan formal, tetapi juga bagaimana anak-anak kita mendapatkan dukungan kesehatan, gizi, dan lingkungan yang aman,” tegas Ulfah Ichwani Achmad, Kepala Bidang Perencanaan, Pemerintahan, dan Pembangunan Manusia Bappeda Makassar.

Selama ini, urusan anak usia dini seringkali berjalan parsial (terpisah-pisah). Dinas Pendidikan fokus pada kurikulum, sementara Dinas Kesehatan sibuk dengan gizi. Bappeda Makassar hadir untuk menghentikan pola kerja tersebut.

Dalam rakor yang dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, TP PKK, hingga berbagai lembaga mitra, dirumuskan integrasi tiga pilar utama:

Pendidikan Berkualitas: Peningkatan kapasitas tenaga pendidik PAUD agar memiliki standar kompetensi berbasis HI.

Kesehatan & Pemenuhan Gizi: Memastikan intervensi gizi tepat sasaran untuk memotong rantai stunting sejak usia dini.

Perlindungan Anak: Menciptakan lingkungan belajar dan bermain yang aman dari segala bentuk kekerasan di tingkat kelurahan hingga kecamatan.

Bappeda Sebagai 'Dirigen' Pembangunan Manusia
Sebagai motor perencana kota, Bappeda memegang peran krusial sebagai dirigen yang menyelaraskan ritme kerja antar-perangkat daerah. Ulfah menegaskan, keberhasilan visi pembangunan manusia di Makassar sangat bergantung pada seberapa kuat komitmen lintas sektor ini di lapangan.

Untuk memastikan program ini bukan sekadar pemanis di atas kertas, rakor kali ini langsung menyoroti dua agenda konkret:

Pemetaan Kebutuhan Riil: Menyisir kebutuhan spesifik PAUD di setiap kelurahan dan kecamatan agar intervensi anggaran tepat sasaran.

Monitoring Ketat: Menyusun sistem pengawasan berkelanjutan guna memastikan kualitas layanan PAUD di lapangan benar-benar sesuai standar nasional.

Melalui penguatan PAUD HI ini, Pemerintah Kota Makassar sedang menanam investasi jangka panjang. Sebab, mengurus anak usia dini dengan pendekatan holistik adalah kunci utama melahirkan generasi masa depan Makassar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga sehat, tangguh, dan terlindungi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bappeda Kota Makassar #Dahyal