Redaksi : Senin, 08 Juni 2026 09:21

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Empat puluh tahun setelah meninggalkan bangku sekolah, Alumni SMADA 86 Makassar kembali berkumpul dalam sebuah perayaan yang bukan sekadar reuni, melainkan perayaan persahabatan, pengabdian, dan kebersamaan yang terus terjaga lintas generasi.

Rangkaian peringatan 40 tahun kelulusan yang berlangsung pada 6–7 Juni 2026 itu digelar meriah dengan berbagai kegiatan yang menyatukan alumni dari berbagai daerah di Indonesia. Mulai dari pelayaran nostalgia di atas Kapal Phinisi hingga memadati kawasan Car Free Day (CFD) di Jalan Jenderal Sudirman, seluruh rangkaian acara berlangsung penuh kehangatan dan semangat kekeluargaan.

Mengusung tema “Make Ever40ne Happy”, sebanyak 108 alumni memulai perayaan dengan berlayar menyusuri perairan Pantai Losari, Pulau Lae-Lae, hingga kawasan Center Point of Indonesia (CPI). Di atas kapal tradisional kebanggaan Sulawesi Selatan itu, kenangan masa sekolah kembali hidup melalui cerita, tawa, dan kebersamaan yang seolah menghapus jarak empat dekade yang telah berlalu.

Momen tersebut semakin istimewa dengan kehadiran Ketua Umum Pengurus Pusat IKA SMADA Makassar, Mayjen (Purn) dr. H. Marga Taufiq, SH, MH, yang turut didampingi Sekjen Bro Rauf dan Wasekjen Bro Fikri.

Ketua IKA SMADA 86 Makassar, Rudy Pieter Goni atau RPG, mengatakan tema yang diusung tahun ini mencerminkan semangat utama angkatannya, yakni menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh alumni.

“Kebersamaan adalah fondasi yang menguatkan persaudaraan alumni SMADA 86 Makassar. Temanya adalah membuat semuanya bahagia,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mayjen (Purn) Marga Taufiq mengingatkan pentingnya peran alumni dalam menjaga hubungan dengan almamater, berkontribusi kepada masyarakat, serta memperkuat solidaritas sesama alumni.

Ia juga memberikan apresiasi kepada SMADA 86 yang berhasil menjadi kontingen terbesar dalam ajang Tudang Sipulung Nasional II dan meraih juara karnaval antarangkatan.

Suasana haru dan kebahagiaan pada hari pertama ditutup dengan pertunjukan kembang api yang menghiasi langit malam Teluk Makassar, menjadi simbol semangat persaudaraan yang terus menyala.

Keesokan harinya, semangat kebersamaan berlanjut di kawasan Car Free Day Jalan Jenderal Sudirman. Sekitar 300 alumni lintas angkatan bersama keluarga mengikuti jalan sehat dan senam bersama yang berlangsung sejak pagi hari.

Tak hanya bernostalgia, momentum empat dekade ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat organisasi alumni. Dalam musyawarah yang digelar usai kegiatan olahraga, para alumni secara aklamasi menetapkan trio formatur kepengurusan periode 2026–2030.

Rudy Goni kembali dipercaya sebagai Ketua, didampingi Amran Tjoneng sebagai Sekretaris dan Ritawati Rifai sebagai Bendahara. Ketiganya diberi mandat untuk menyusun kepengurusan lengkap dalam waktu dekat.

Perayaan ini juga menjadi ajang temu kangen bagi alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang profesi dan tersebar di berbagai daerah. Sejumlah nama yang hadir antara lain dr. Fahmi yang menjabat Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Evi Aprilianti selaku Kepala Dinas Perdagangan Kota Makassar, pegiat seni budaya Sulawesi Selatan Iin Yusuf Majid, serta Dr. Rudy Tabri.

Tak hanya dari Sulawesi Selatan, para alumni datang dari berbagai wilayah seperti Kalimantan, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Empat dekade telah berlalu sejak mereka meninggalkan SMAN 2 Makassar. Namun pertemuan ini menjadi bukti bahwa waktu, jarak, dan kesibukan tidak mampu memudarkan ikatan persaudaraan yang telah terbangun sejak masa sekolah.

Di atas geladak kapal, di tengah keramaian jalan protokol, hingga dalam forum musyawarah, Alumni SMADA 86 Makassar menunjukkan bahwa kebersamaan yang dirawat selama puluhan tahun akan selalu menemukan jalannya untuk tetap hidup.