Dewi Yuliani : Rabu, 20 Mei 2026 19:20
Ilustrasi

BONE, BUKAMATANEWS - Sorang warga berinisial NU (55), asal Desa Bainang, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan sejumlah warga Desa Paccing, Kecamatan Awangpone. Korban bahkan disebut sempat disekap di sebuah rumah kosong dalam kondisi mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu, 17 Mei 2026. Sekretaris Desa Paccing, Gunawan yang dikonfirmasi mengatakan, korban sebelumnya melakukan pengrusakan sebuah pabrik penggilingan padi di wilayahnya. Saat hendak diamankan, korban ini sedang mengamuk sambil membawa senjata tajam.

"Saat hendak diamankan korban ini memegang cangkul dan di pinggangnya terselip pisau, sehingga saat diamankan sempat ada sentuhan fisik," ucap Gunawan, Rabu, 20 Mei 2026.

Gunawan juga membantah klo korban disebut sempat disekap oleh warga, melainkan hanya diamankan di sebuah rumah, karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan warga lain.

Pihak keluarga yang melihat kondisi korban penuh dengan luka, serta video yang beredar di media sosial dimana dalam video itu korban diduga tidak diperlakukan selayaknya seorang manusia, merasa keberatan dan melaporkannya ke Polres Bone.

Meski menurut warga, korban kuat diduga mengalami gangguan kejiwaan atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), namun pihak keluarga membantah anggapan tersebut. Menurutnya, selama ini korban tidak memiliki rekam medis kejiwaan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

"Iya, laporan dari pihak keluarga korban sudah kami terima. Saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.

Setelah melakukan penyelidikan, Tim Resmob Polres Bone yang dibantu unit IV intelkam langsung mengamankan seorang terduga pelaku penganiayaan, dia diketahui berinisial AR (44).

"Terduga pelaku yang kami amankan ini sementara masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik, sementara korban masih mendapat perawatan oleh keluarga," ujar AKP Alvin. (*)