PAREPARE, BUKAMATANEWS - Kericuhan yang terjadi usai pertandingan antara PSM Makassar melawan Persib Bandung di Stadion Gelora BJ Habibie, Minggu (17/5/2026), menuai keprihatinan dari Wali Kota Parepare, Tasming Hamid. Ia menyesalkan aksi sejumlah oknum suporter yang berujung pada perusakan fasilitas stadion usai laga berakhir.
Tasming menilai kekecewaan terhadap hasil pertandingan seharusnya tidak dilampiaskan dengan tindakan anarkis yang justru merugikan banyak pihak dan mencoreng citra daerah.
“Kita berharap ke depan mari kita dewasa. Kita sama-sama mencintai PSM, kita sama-sama kecewa karena performa PSM tahun ini belum maksimal. Tapi bukan berarti harus membuat kerusuhan,” ujar Tasming saat ditemui di Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, menang dan kalah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dunia olahraga, termasuk sepak bola. Karena itu, ia mengajak seluruh suporter untuk tetap menjunjung sportivitas dan menjaga ketertiban saat mendukung tim kebanggaan.
Tasming mengungkapkan, kericuhan tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan, mulai dari kursi tribun hingga beberapa pintu stadion. Pemerintah Kota Parepare bersama manajemen PSM Makassar disebut akan ikut bertanggung jawab dalam proses perbaikan fasilitas yang terdampak.
“Pemda bersama PSM tentu punya kontribusi untuk penanganan kerusakan ini, karena selama ini kita juga bekerja sama dan berkontrak,” jelasnya.
Diketahui, pada laga tersebut PSM Makassar harus mengakui keunggulan Persib Bandung dengan skor 1-2. Seusai peluit panjang dibunyikan, suasana stadion memanas setelah sejumlah suporter menyalakan flare di tribun.
Situasi kemudian semakin tidak terkendali ketika beberapa suporter turun ke lapangan dan berupaya mendekati pemain Persib Bandung yang tengah merayakan kemenangan. Selain itu, aksi pelemparan botol ke arah tribun VIP Utara juga sempat terjadi dan membuat suasana stadion menjadi mencekam.
Pemerintah berharap insiden serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Selain menjaga keamanan dan kenyamanan pertandingan, kedewasaan suporter dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga nama baik daerah dan dunia sepak bola Sulawesi Selatan.
BERITA TERKAIT
-
Piala Dunia 2026: MO PSM Makassar Sulaiman, Ramal Jepang Bakal Ukir Sejarah Baru
-
Di Wisuda Santri XXVIII LPPTKA-BPKRMI, Wali Kota Tasming Ajak Generasi Muda Jaga Tradisi Membaca Al-Qur'an
-
Parepare Jadi Contoh di Forum APEKSI, Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Diusulkan ke Tingkat Nasional
-
Stadion BJ Habibie Tak Lagi Angker, PSM Makassar Nyaris Terlempar ke Jurang Degradasi
-
Tasming Hamid Kobarkan Semangat Generasi Muda di Perkemahan Bangkit Penggalang 2026