Dewi Yuliani : Kamis, 07 Mei 2026 08:12
Kegiatan utama dalam Sarana Sehat berfokus pada demonstrasi pembuatan tempat sampah sederhana dari bahan anorganik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) melaksanakan salah satu rangkaian Program Bina Desa Mahasiswa Tahun 2026 di Kelurahan Lakkang, Kecamatan Tallo, Kota Makassar melalui kegiatan bertajuk Sarana Sehat (Aksi Fasilitas Sederhana). Kegiatan ini merupakan bagian dari program utama Laskar Sehat (Lakkang Sadar Kesehatan), yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui gerakan peduli lingkungan serta edukasi preventif dalam mewujudkan desa sehat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan yang dilaksanakan di Kantor Lurah Kelurahan Lakkang dan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat, dosen pendamping, masyarakat kelurahan lakkang, serta tim mahasiswa pelaksana. Kegiatan ini diketuai oleh Adelia Andini bersama tim pelaksana mahasiswa FKM Unhas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Burhan, S.Sos selaku Lurah Kelurahan Lakkang, serta Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes., M.Sc., Ph.D selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FKM Unhas. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh dosen pendamping yaitu Nasrah, S.KM., M.Kes dan Irmayanti, S.Gz., M.PH.

Dalam sambutannya, Burhan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa dalam membantu mengatasi permasalahan lingkungan di Kelurahan Lakkang. Ia menekankan bahwa keterbatasan fasilitas pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang dihadapi masyarakat, sehingga kegiatan yang menghadirkan solusi sederhana seperti ini sangat dibutuhkan.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik mahasiswa bersama para dosen pendamping. Kegiatan ini sangat membantu masyarakat dalam menyediakan alternatif fasilitas sederhana yang dapat digunakan untuk mendukung kebersihan lingkungan. Harapan kami, kegiatan ini dapat mendorong kebiasaan masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah," ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya, Dr. Wahiduddin, S.KM., M.Kes., M.Sc., Ph.D menyampaikan bahwa kegiatan Sarana Sehat merupakan bagian dari implementasi nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek kesehatan, sanitasi, dan lingkungan berkelanjutan.

"Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan solusi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan," ungkap beliau.

Kegiatan utama dalam Sarana Sehat berfokus pada demonstrasi pembuatan tempat sampah sederhana dari bahan anorganik yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali menjadi fasilitas yang memiliki nilai guna, sekaligus mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan.

Partisipasi aktif masyarakat terlihat selama kegiatan berlangsung. Warga tidak hanya mengikuti proses demonstrasi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik pembuatan fasilitas tersebut. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri.

Salah satu masyarakat yang turut mengikuti kegiatan ini, Hendri, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat yang cukup jelas dan bisa diterapkan dalam keseharian.

"Kegiatan seperti ini bagus karena langsung praktik. Kami jadi tahu cara memanfaatkan bahan yang ada di sekitar untuk dijadikan tempat sampah sederhana. Harapannya bisa terus dilakukan supaya masyarakat makin terbiasa menjaga kebersihan lingkungan," ujar Hendri.

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sampah, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal dalam mendukung sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan di Kelurahan Lakkang.

Melalui semangat kolaborasi antara mahasiswa, dosen, pemerintah kelurahan, dan masyarakat, Program Bina Desa Mahasiswa 2026 diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Kelurahan Lakkang sebagai desa yang bersih, sehat, dan mandiri. (*)