MAKASSAR, BUKAMATA - Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, menggelar rapat evaluasi akhir tahun. Kegiatan ini berlangsung secara daring pada Rabu, 30 Desember 2020.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kemitraan FKM Unhas, Prof. Sukri Palutturi, SKM, M.Kes., MSc.PH, PhD memaparkan target dan capaian kinerja fakultas. Hampir semua indikator-indikator kinerja terlampaui. Misalnya, jumlah mahasiswa dan alumni berwirausaha. Dari 6 target yang ditetapkan, pencapaian sampai 51 orang mahasiswa. Jenis wirausaha ini adalah sangat sederhana misalnya jual kue, pulsa, usaha penjualan bunga, pakaian dan sebagainya, tetapi paling tidak bagi mereka sudah mulai muncul jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa. Ke depan, lanjut Prof Sukri yang pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa FKM Unhas periode 1996-1997, fakultas akan menyiapkan dana reward atau stimulan bagi mahasiswa yang ingin mengembangkan wirausaha. Tentu mungkin jumlahnya tidak banyak tetapi ini akan menjadi bukti kepedulian fakultas bagi mereka. Kinerja lainnya, prestasi jumlah mahasiswa yang meraih kejuaraan pada tingkat nasional dan internasional di mana dari 7 yang ditargetkan dapat mencapai 22 prestasi dari berbagai event. Umumnya, kegiatan yang diikuti mahasiswa adalah misalnya Lomba Karya Tulis Ilmiah, Lomba Esai, Lomba Desain Poster, Debat Mahasiswa, Lomba Seni Solo dan Dangdut dan berbagai lomba lainnya. Jumlah medali yang diperoleh dari 4 yang ditargetkan dapat mencapai 11 medali terdiri dari 4 emas, 4 perak dan 3 perunggu. Selanjutnya prestasi lainnya, jumlah mahasiswa yang melakukan outboud student exchange baik dalam negeri maupun luar negeri juga sangat meningkat tajam.
Selanjutnya Prof. Sukri menambahkan, ada beberapa program ke depan yang perlu diperkuat misalnya terbentuknya Pojok PKM, Pojok Kewirausahaan. Mengapa hal ini penting ini untuk mendorong mahasiswa mengembangkan penalaran khususnya Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) demikian juga Kewirausahaan. Tahun 2020 ini FKM Unhas hanya mampu tembus sampai pada proposal pembiayaan dikti. Tentu ini juga usaha yang laur biasa karena sebelumnya memang sangat terbatas. Selain itu, mendorong kembali program peningkatan bahasa Inggris mahasiswa melalui Winslow English Club (WEC). Kegiatan sebelumnya biasanya berupa simulasi singkat tentang TOEFL atau IELTS. Ke depan ini kita berharap pembelajaran bahasa Inggris, bisa lebih sistematis. Beasiswa mahasiswa juga sangat terbatas terutama dalam masa pandemi ini, baik beasiswa yang bersumber dari dikti maupun beasiswa yang bersumber dari pemerintahd daerah.
Baca Juga :
Dalam kaitan dengan alumni, yang perlu diperkuat ke depan adalah keanggotaan alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang sampai saat ini, masih lebih banyak didominasi oleh alumni SKM. Ke depan perlu kita perkuat, siapapun yang pernah kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin, mereka adalah alumni apakah mereka dokter, perawat, apoteker, insinyur, sarjana ekonomi, sarjana sosial atau lainnya.
Sementara di bidang kerjasama, relatif cukup baik, baik kerjasama dalam negeri misalnya Kementerian Kesehatan, Poltekkes, pemerintah daerah maupun kerjasama luar negeri. Kerjasama ini harus fungsional artinya yang memiliki aksi dan tindak lanjut. Beberapa kerjasama yang sudah tidak aktif perlu diperbaharui kembali.
"Ucapan terima kasih kami sampaikan atas nama fakultas terutama dalam bidang kemahasiswaan, alumni dan kemitraan atas kerja keras dan kerja cerdas dan ikhlas bagi kita semua sehingga prestasi ini dapat kita raih," ungkapnya.
Hampir semua departemen dan perwakilan departemen hadir dalam pertemuan zoom tersebut. Demikian juga dari unsur mahasiswa yang memiliki pengalaman PKM, BEM, Maperwa, Hima Kesmas dan Gizi dan juga Musalah FKM Unhas.