Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 07 Mei 2026 17:41

Peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Aula Kantor Camat Tomoni Timur, Kamis, 7 Mei 2026.
Peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Aula Kantor Camat Tomoni Timur, Kamis, 7 Mei 2026.

Percepat Penurunan Stunting, Pemkab Luwu Timur Tingkatkan Kapasitas Tenaga Lini Lapangan

Peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan menjadi bagian penting dalam memperkuat strategi pemerintah daerah menekan angka stunting.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya melakukan percepatan penurunan dan pencegahan stunting. Salah satunya, melalui peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan di Kecamatan Tomoni Timur.

Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Luwu Timur, Hajar Nur, mengatakan, peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan menjadi bagian penting dalam memperkuat strategi pemerintah daerah menekan angka stunting.

"Melalui peningkatan kapasitas  tersebut, peserta diharapkan mampu memahami tugas dan fungsi pendampingan keluarga secara lebih optimal, khususnya dalam mendeteksi dini risiko stunting pada anak dan ibu hamil," ujarnya.

Sementara, Camat Tomoni Timur, Yulius, saat membuka kegiatan peningkatan kapasitas tenaga lini lapangan dalam upaya percepatan pencegahan stunting di Aula Kantor Camat Tomoni Timur, Kamis, 7 Mei 2026, menegaskan, persoalan stunting bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan sumber daya manusia di daerah.

Menurut dia, upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur di lapangan karena tenaga lini terdepan memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

"Pencegahan stunting tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, terutama tenaga lapangan yang bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat," ujar Yulius.

Ia berharap melalui kegiatan tersebut, kapasitas para kader dan tenaga pendamping semakin meningkat sehingga mampu memberikan pemahaman yang tepat terkait pola asuh, pemenuhan gizi, hingga pentingnya kesehatan ibu dan anak.

Selain itu, Camat juga meminta seluruh peserta aktif membangun komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar program percepatan penurunan stunting dapat berjalan efektif.

"Kader di lapangan adalah ujung tombak. Keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kerja nyata dan pendampingan yang dilakukan secara konsisten," katanya.

Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta yang terdiri atas Penyuluh Keluarga Berencana (PKB/PLKB), kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta Kader Pembangunan Manusia. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #DPPKB Luwu Timur #Stunting