Redaksi : Sabtu, 02 Mei 2026 10:21
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi)

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak seluruh warga negara tanpa terkecuali. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Jumat (2/5/2026), di Lapangan Karebosi.

Dalam kesempatan itu, Munafri membacakan sambutan resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti. Ia menekankan pentingnya momentum Hardiknas sebagai ajang refleksi sekaligus penguatan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan nasional.

“Pendidikan adalah proses yang dijalankan dengan ketulusan dan kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Intinya adalah memuliakan manusia itu sendiri,” ujar Munafri.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua TP PKK Melinda Aksa, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda, unsur Forkopimda, jajaran OPD, serta para tenaga pendidik. Seluruh peserta mengenakan pakaian adat, menambah nuansa sakral peringatan tersebut.

Munafri juga menyinggung amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menempatkan pendidikan sebagai pilar utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan membangun peradaban yang bermartabat.

Selain itu, ia mengulas arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto melalui program Asta Cita yang menjadikan pendidikan sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul.

Dalam sambutan tersebut, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning) sebagai prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Pendekatan ini bertujuan menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara menyeluruh.

Munafri turut memaparkan lima kebijakan strategis pemerintah dalam sektor pendidikan. Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran. Kedua, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru melalui beasiswa, pelatihan, dan insentif.

Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui lingkungan belajar yang aman dan program seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat serta kegiatan ekstrakurikuler. Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, dan pengembangan STEM.

Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif dan fleksibel, termasuk melalui sekolah terbuka, pembelajaran jarak jauh, serta layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.

Munafri menambahkan, dalam 18 bulan terakhir pemerintah telah memperkuat ekosistem pendidikan melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media, serta kemitraan dengan dunia usaha.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan.

“Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari bersama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.