Redaksi
Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 12:52

BKPSDM Makassar Luncurkan AKSI ASN, Pemetaan Kompetensi dan E-Learning Jadi Senjata Baru Tingkatkan Kualitas Aparatur

BKPSDM Makassar Luncurkan AKSI ASN, Pemetaan Kompetensi dan E-Learning Jadi Senjata Baru Tingkatkan Kualitas Aparatur

Melalui AKSI ASN, BKPSDM berharap mampu melahirkan sistem pengembangan kompetensi yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan sehingga menghasilkan ASN yang profesional, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan pelayanan publik di era digital.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar terus mempercepat transformasi birokrasi melalui inovasi AKSI ASN, sebuah sistem pengembangan kompetensi aparatur yang mengintegrasikan pemetaan talenta, pelatihan berbasis kebutuhan, hingga pembelajaran digital (e-learning).

Inovasi yang digagas Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, ini menjadi langkah strategis untuk memastikan peningkatan kapasitas aparatur tidak lagi dilakukan secara seragam, melainkan disesuaikan dengan kompetensi dan kebutuhan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala BKPSDM Kota Makassar, Kamelia Thamrin Tantu, mengatakan AKSI ASN hadir sebagai solusi untuk membangun sistem pengembangan SDM aparatur yang lebih terarah, adaptif, dan berbasis teknologi.

"AKSI ASN bertujuan memetakan pegawai sesuai kompetensinya, kemudian memberikan pelatihan yang benar-benar mereka butuhkan," ujar perempuan yang akrab disapa Memi, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, peningkatan kompetensi ASN menjadi salah satu kunci dalam memperbaiki kualitas pelayanan publik.

"Melalui program ini kami ingin memperbaiki kinerja ASN sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa semakin maksimal," katanya.

Program tersebut merupakan proyek perubahan yang disusun dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA). Namun, BKPSDM memastikan inovasi tersebut tidak berhenti sebagai tugas akademik, melainkan akan diimplementasikan sebagai sistem yang diterapkan di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

"Program ini lahir melalui proses diskusi bersama mentor, pembimbing hingga penguji. Jadi bukan sekadar konsep di atas kertas, tetapi benar-benar harus dijalankan sebagai solusi bagi pemerintah daerah," jelas Memi.

Jawab Tantangan Pengembangan 23 Ribu ASN

AKSI ASN dirancang untuk menjawab tantangan pengembangan kompetensi lebih dari 23 ribu ASN di lingkup Pemerintah Kota Makassar yang selama ini masih banyak mengandalkan pola pelatihan konvensional.

Melalui sistem tersebut, BKPSDM akan memetakan kompetensi setiap pegawai berdasarkan jabatan, unit kerja, hingga kebutuhan organisasi. Hasil pemetaan kemudian menjadi dasar dalam menentukan jenis pelatihan yang paling tepat bagi setiap ASN.

Dengan pendekatan tersebut, pelatihan tidak lagi diberikan secara umum, tetapi disusun sesuai kebutuhan riil masing-masing OPD.

"Dari manajemen talenta kita bisa melihat dinas mana yang membutuhkan penguatan kompetensi manajerial, dinas mana yang membutuhkan kompetensi teknis. Jadi pelatihannya tidak disamaratakan," ungkapnya.

BKPSDM juga mengintegrasikan AKSI ASN dengan sistem manajemen talenta yang telah dimiliki Pemerintah Kota Makassar sehingga proses identifikasi kebutuhan pengembangan kompetensi menjadi lebih akurat dan terukur.

E-Learning Tekan Biaya, Percepat Peningkatan Kompetensi

Sebagai bagian dari inovasi tersebut, BKPSDM menghadirkan platform pembelajaran berbasis e-learning yang memungkinkan ASN mengikuti pelatihan secara fleksibel tanpa harus selalu hadir di kelas.

Menurut Memi, metode ini jauh lebih efektif mengingat jumlah ASN Kota Makassar yang sangat besar. Jika seluruh aparatur mengikuti pelatihan tatap muka, kebutuhan anggaran akan jauh lebih tinggi.

"Melalui e-learning mereka bisa mengakses materi kapan saja sesuai kebutuhan kompetensinya sehingga proses peningkatan kualitas SDM menjadi lebih efisien," ujarnya.

BKPSDM kini mulai memetakan kebutuhan pelatihan di setiap OPD, mulai dari kecamatan hingga perangkat daerah lainnya. Pemetaan tersebut akan menjadi dasar penyusunan program pengembangan kompetensi secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.

"Semua akan menjadi target pelatihan kami ke depan dan akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya," katanya.

Implementasi AKSI ASN akan dilakukan secara bertahap melalui uji coba di sejumlah OPD sebelum diterapkan secara menyeluruh di lingkungan Pemerintah Kota Makassar.

Pendekatan bertahap dipilih agar sistem dapat dievaluasi dan disempurnakan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan organisasi.

Manfaatkan AI untuk Percepat Transformasi Digital

Tak hanya menghadirkan sistem pembelajaran digital, BKPSDM juga mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai media promosi dan sosialisasi proyek perubahan.

Delapan peserta Pelatihan Kepemimpinan dari Kota Makassar sepakat menggunakan AI untuk menyampaikan gagasan proyek perubahan secara lebih menarik sehingga mudah dipahami oleh ASN maupun masyarakat.

Menurut Memi, langkah tersebut merupakan bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung arah kebijakan digitalisasi yang terus didorong Pemerintah Kota Makassar.

"AI kami gunakan agar penyampaian materi proyek perubahan lebih menarik. Ini bagian dari promosi supaya pesan yang ingin kami sampaikan lebih mudah dipahami," jelasnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital menjadi kebutuhan dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang semakin modern.

Melalui AKSI ASN, BKPSDM berharap mampu melahirkan sistem pengembangan kompetensi yang lebih adaptif, terukur, dan berkelanjutan sehingga menghasilkan ASN yang profesional, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan pelayanan publik di era digital.

Tak hanya itu, inovasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah lain dalam membangun sistem pengembangan kompetensi aparatur berbasis teknologi informasi.

"Harapan kami proyek perubahan ini bukan hanya bermanfaat bagi Pemerintah Kota Makassar, tetapi juga dapat menjadi model yang bisa diterapkan daerah lain dalam membangun sistem pengembangan kompetensi ASN yang lebih efektif, adaptif, dan berbasis teknologi," tutup Memi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#BKPSDM Makassar #Pemkot Makassar