Redaksi : Kamis, 30 April 2026 17:42

MAKASSAR,BUKAMATANEWS — Konsorsium Kebumian menggelar seminar dan sosialisasi peluncuran buku Geology of Sulawesi Region di Unhas Hotel & Convention, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi forum lintas sektor untuk memperkuat pemahaman geologi sekaligus mendorong upaya mitigasi bencana di Sulawesi Selatan.

Seminar tersebut menghadirkan akademisi, praktisi kebencanaan, hingga pemangku kepentingan dari berbagai instansi. Acara dibuka oleh Sekretaris LP2M Universitas Hasanuddin, Suharman Hamzah, yang mengapresiasi terbitnya buku tersebut sebagai kontribusi penting dalam pengembangan ilmu kebumian.

“Buku ini merupakan karya monumental. Penulisnya dikenal sebagai peneliti yang produktif dan konsisten dalam bidang geologi,” ujarnya.

Sebagai pembicara utama, Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas, Ilham Alimuddin, menyoroti tingginya tingkat kerawanan bencana di Indonesia. Ia menggambarkan Indonesia sebagai wilayah dengan spektrum ancaman bencana yang lengkap, mulai dari daratan, lautan, hingga aktivitas vulkanik.

“Kesiapsiagaan menjadi kunci. Tantangan kebencanaan ke depan semakin kompleks, sehingga edukasi dan penguatan kapasitas masyarakat harus terus ditingkatkan,” jelasnya.

Ilham juga menekankan pentingnya kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media. Menurutnya, Sulawesi Selatan termasuk daerah dengan tingkat kerawanan yang cukup tinggi, namun memiliki peluang besar menjadi wilayah tangguh bencana jika kolaborasi berjalan optimal.

Sementara itu, penulis buku sekaligus Ketua IAGI Pengda Sulselbar, Adi Maulana, menjelaskan bahwa buku Geology of Sulawesi Region merupakan hasil kolaborasi dengan Theo van Leeuwen. Buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam mendukung kebijakan pembangunan berbasis geologi.

Ia mengungkapkan, Pulau Sulawesi memiliki karakteristik geologi yang unik dengan bentuk menyerupai huruf “K” serta kompleksitas struktur yang tidak ditemukan di wilayah lain.

“Potensi ini perlu dipahami secara ilmiah agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan tidak menimbulkan risiko bencana,” katanya.

Adi juga menyinggung ketertarikan ilmuwan dunia terhadap Sulawesi sejak lama, termasuk Alfred Russel Wallace yang pernah melakukan penelitian di wilayah Maros dan berkontribusi terhadap perkembangan teori evolusi.

Dukungan terhadap kegiatan ini turut datang dari sektor industri. Perwakilan PT Vale, Endra Kusuma, menyatakan buku tersebut memiliki nilai strategis dan relevan lintas sektor, bahkan direncanakan menjadi cenderamata bagi tamu perusahaan.

Kegiatan ini diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, akademisi, guru geografi, mahasiswa, hingga organisasi non-pemerintah dan pemerhati lingkungan.

Melalui forum ini, Konsorsium Kebumian berharap terbangun pemahaman yang lebih komprehensif terkait geologi Sulawesi, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi bencana dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut.

TAG