Dewi Yuliani : Kamis, 23 April 2026 22:35
KNPI Kota Makassar menghadirkan talk show pendidikan bertema "Dekolonisasi Pendidikan: Integrasi Pengetahuan Lokal ke dalam Kurikulum Sekolah di Makassar".

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar menghadirkan talk show pendidikan bertema "Dekolonisasi Pendidikan: Integrasi Pengetahuan Lokal ke dalam Kurikulum Sekolah di Makassar".

Kegiatan yang menjadi rangkaian Expo KNPI 2026 itu dilaksanakan di Pelataran Sekretariat KNPI Kota Makassar, Jalan AP. Pettarani, Kamis, 23 April 2026 itu berlangsung meriah.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog yang mempertemukan akademisi, praktisi pendidikan, dan pemerhati budaya untuk mendorong transformasi pembelajaran yang lebih kontekstual dan berakar pada identitas lokal.

Dosen Prodi Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Makassar, Sofyan Basri, menekankan pentingnya menjadikan pengetahuan lokal sebagai bagian dari proses pembelajaran.

"Ritual adat, sejarah kampung, dan praktik budaya masyarakat bukan sekadar tradisi, tetapi sumber belajar yang hidup. Jika ini diintegrasikan dalam pembelajaran, kita bisa mencegah amnesia sejarah dan budaya pada generasi muda," ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendidikan tidak boleh tercerabut dari realitas sosial peserta didik. "Sekolah harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan siswa, sehingga mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengenali identitas budayanya," lanjutnya.

Sementara itu, pemerhati sejarah dan budaya sekaligus guru SMKN 2 Bone, Subarman Salim, menyoroti pentingnya dekolonisasi dalam ruang pendidikan.

"Dekolonisasi pendidikan adalah upaya untuk menghadirkan keadilan pengetahuan. Kita tidak menolak pengetahuan global, tetapi kita harus memberi ruang yang setara bagi pengetahuan lokal agar tidak tersisih," katanya.

Menurutnya, pendidikan yang terlalu berorientasi pada perspektif luar berpotensi membuat generasi muda kehilangan akar budayanya. "Sekolah harus menjadi ruang yang menghubungkan peserta didik dengan sejarah dan kebudayaan mereka sendiri," tambahnya.

Di sisi lain, Dosen PGSD STKIP Andi Mattappa Pangkep, Khaerun Nisa’a Tayibu, berbagi praktik baik dalam mengintegrasikan pengetahuan lokal ke dalam pembelajaran di kelas.

"Pengetahuan lokal bisa dihadirkan melalui metode pembelajaran kontekstual, seperti mengangkat cerita rakyat, praktik budaya, hingga pengalaman sehari-hari siswa sebagai bagian dari materi ajar," jelasnya.

Ia menilai pendekatan ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih menarik, tetapi juga lebih bermakna. "Ketika siswa belajar dari lingkungan mereka sendiri, proses belajar menjadi lebih relevan dan mudah dipahami," ujarnya.

Talk show ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat kurikulum lokal sebagai strategi pembangunan sumber daya manusia berbasis budaya.

Melalui kegiatan ini, KNPI Makassar berharap lahir gagasan dan rekomendasi untuk mendorong implementasi pembelajaran berbasis lokalitas di sekolah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, guru, pemuda, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang berakar pada identitas budaya daerah. (*)