Redaksi : Kamis, 23 April 2026 19:18

TAKALAR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Takalar di bawah kepemimpinan Mohammad Firdaus Daeng Manye terus mematangkan strategi untuk menjadikan daerahnya sebagai salah satu pilar swasembada pangan di Sulawesi Selatan. Langkah ini dilakukan melalui pendekatan terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir.

Fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan infrastruktur pertanian guna meningkatkan produktivitas. Salah satu program unggulan yang tengah didorong adalah Electrifying Agriculture, bekerja sama dengan PLN. Program ini memungkinkan penggunaan listrik sebagai pengganti bahan bakar minyak (BBM) untuk pompa air, sehingga mampu menekan biaya produksi petani secara signifikan.

Selain itu, optimalisasi fungsi Bendungan Pamukkulu terus dilakukan untuk menjamin ketersediaan air irigasi. Dengan dukungan infrastruktur tersebut, pemerintah daerah menargetkan peningkatan indeks pertanaman hingga tiga kali dalam setahun atau IP300, yang diharapkan mampu mendongkrak hasil produksi pertanian.

Di sektor hilir, Pemkab Takalar memperkuat peran BUMDes sebagai penyangga harga hasil panen. Strategi ini bertujuan melindungi petani dari fluktuasi harga sekaligus memastikan nilai jual produk tetap stabil di pasar.

Tak hanya sektor pertanian, pemerintah daerah juga mengembangkan potensi perikanan, khususnya budidaya rumput laut yang menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan. Penguatan sektor ini dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian masyarakat pesisir.

Melalui langkah-langkah terintegrasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.