Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 21 April 2026 13:42

Nanda Aprianty Arief akan membawa The Queen of Kalong sebagai kostum nasional Sulsel di ajang Puteri Indonesia 2026.
Nanda Aprianty Arief akan membawa The Queen of Kalong sebagai kostum nasional Sulsel di ajang Puteri Indonesia 2026.

Rioriobon Carnival Hadirkan Traditional Costume 'The Queen of Kalong' untuk Puteri Indonesia Sulsel 1

Kostum ini terinspirasi dari Sang Ratu Kalong, sosok legendaris yang dipercaya mendiami jantung Kota Soppeng.

JAKARTA, BUKAMATANEWSRioriobon Carnival resmi memperkenalkan karya terbaru bertajuk The Queen of Kalong from South Sulawesi, hasil kolaborasi desainer asal Luwu, Ario Burnama dan Al Dursan. Kostum Tradisional ini akan dikenakan oleh Puteri Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan 1, Nanda Aprianty Arief, pada malam Preliminary Show dalam sesi Traditional Costueme Show yang digelar di Balroom Kuningan City, Selasa, 21 April 2026 di Jakarta.

Inspirasi dan Makna

Kostum ini terinspirasi dari Sang Ratu Kalong, sosok legendaris yang dipercaya mendiami jantung Kota Soppeng. Karya ini mengisahkan kembali histori sakral tentang perjanjian masa lampau antara Sang Ratu Kalong dan Raja Soppeng. Dalam perjanjian itu, koloni kalong bersumpah senantiasa menjaga kedamaian kota serta tidak merusak hasil bumi, sebagai balasan atas ruang hidup abadi yang diberikan di pepohonan asam pusat kota.

Dominasi warna pada kostum dipilih dengan makna mendalam. Ungu menyimbolkan kearifan, kedalaman spiritual, serta kebangsawanan yang diwariskan. Hitam merepresentasikan ketangguhan, soliditas sosial, dan perlindungan magis yang menyelimuti kota di bawah naungan malam. Sedangkan Emas menegaskan makna kesejahteraan, kejayaan ekonomi, serta harapan masyarakat Soppeng.

Proses Singkat, Hasil Memukau

Meski hanya digarap dalam waktu dua minggu, detail pada The Queen of Kalong terasa megah dan kompleks. Siluet sayap, sulaman emas, hingga mahkota yang menyerupai koloni kalong di malam hari berhasil memadukan unsur mistis dengan kebanggaan budaya lokal.

Ario Burnama menyebut karya ini sebagai bentuk penghormatan pada cerita rakyat Soppeng. "Kami ingin orang tidak hanya melihat kelelawar sebagai hewan malam, tapi sebagai penjaga yang punya ikatan sosial dan spiritual dengan masyarakat," ujar Ario, yang juga seorang guru seni budaya di SMAN 12 Luwu ini.

Senada dengan itu, Al Dursan menambahkan bahwa pemilihan warna bukan sekadar estetika, tapi pesan sosial tentang kebersamaan, ketahanan, dan harapan warga.

Siap Tampil di Panggung Nasional

Nanda Aprianty Arief akan membawa The Queen of Kalong sebagai kostum nasional Sulsel di ajang Puteri Indonesia 2026. Kehadirannya di malam Preliminary 21 April 2026 di Jakarta diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan mitos dan identitas budaya Soppeng ke panggung nasional, sekaligus menunjukkan bahwa cerita lokal bisa menjadi simbol kebanggaan daerah di mata Indonesia. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Putri Indonesia Sulsel 2026 #Nanda Aprianty Arief #Rioriobon Carnival #Ario Burnama #Al Dursan