MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Lahan sempit bukan lagi menjadi penghalang bagi Pemerintah Kecamatan Ujung Pandang untuk mengembangkan ketahanan lingkungan. Lorong, pekarangan rumah, hingga pinggir jalan kini disulap menjadi kebun produktif melalui program urban farming.
Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, mengatakan pihaknya terus mengakselerasi pengembangan urban farming, pemanfaatan teba (lubang resapan sampah organik), pembuatan eco enzyme, serta penguatan pemilahan sampah di tingkat masyarakat. Seluruh upaya ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Pemerintah Kota Makassar yang diinisiasi Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam mewujudkan Makassar MULIA.
"Ini bagian dari upaya kita mendukung program Makassar MULIA. Kami bergerak bersama lurah, RT/RW, PKK, serta stakeholder terkait untuk mendorong urban farming, pemilahan sampah, termasuk pengolahan melalui eco enzyme dan teba," ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Empat Titik dalam Proses Pengembangan
Nanin menjelaskan, saat ini terdapat empat titik pengembangan urban farming yang tengah berproses di Kecamatan Ujung Pandang. Keempat titik tersebut berlokasi di Kelurahan Pisang Selatan, Kelurahan Lajangiru, Kelurahan Pisang Utara, serta Kelurahan Sawerigading.
Dari total sepuluh kelurahan di wilayah tersebut, empat di antaranya telah memasuki tahap pengembangan awal, sementara sisanya masih dalam proses penyesuaian, terutama terkait ketersediaan lahan.
"Kita tahu Kecamatan Ujung Pandang ini memiliki keterbatasan lahan. Berbeda dengan kecamatan lain seperti Tallo yang lahannya relatif luas, di sini kita harus lebih kreatif memanfaatkan ruang yang ada," jelasnya.
Sebagai solusi, pihak kecamatan mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan sempit seperti lorong, pekarangan rumah warga, hingga area pinggir jalan yang memungkinkan untuk dijadikan lokasi urban farming.
"Justru keunikan kita di sini. Lahan sempit bukan hambatan, tapi kita siasati agar tetap bisa produktif. Ada yang memanfaatkan lorong, halaman rumah, bahkan titik-titik kecil yang sebelumnya tidak termanfaatkan," tambahnya.
Nanin menuturkan, pengembangan empat titik tersebut dilakukan dengan menggandeng sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta melibatkan peran aktif Tim Penggerak PKK dan RT/RW dalam pengelolaan serta keberlanjutan program.
Terkait target, Nanin optimistis pengembangan urban farming di empat titik tersebut dapat mulai menunjukkan hasil dalam waktu dekat.
"Kita targetkan secepat mungkin, kalau bisa dalam dua bulan sudah terlihat hasilnya. Bibit sudah tersedia, tinggal dimaksimalkan pengelolaannya," ungkapnya.
Ia menambahkan, karakteristik wilayah Kecamatan Ujung Pandang yang didominasi oleh perkantoran, sekolah, rumah sakit, serta kawasan permukiman padat, menjadi tantangan tersendiri. Namun demikian, pihaknya tetap berkomitmen mengoptimalkan setiap potensi lahan yang tersedia.
"Lahannya memang terbatas, tapi justru itu yang kita maksimalkan. Bagaimana ruang-ruang kecil ini bisa produktif dan memberi dampak nyata," tutupnya.
Nanin menegaskan, program ini bukan hanya soal menanam, tetapi juga mengintegrasikan masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Mulai dari pemilahan, pengolahan sampah organik melalui teba, hingga produksi eco enzyme yang memiliki nilai guna.
"Ini bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana masyarakat juga terlibat dalam pengelolaan sampah dari rumah tangga. Jadi ada kesinambungan antara lingkungan bersih dan produktivitas," katanya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Viral Sampah Menumpuk di Pantai Losari, Kecamatan Ujung Pandang Bergerak Cepat Bersihkan Pesisir
-
Jelang MHM 2026, Kecamatan Ujung Pandang Perketat Aturan Kebersihan Event
-
Kecamatan Ujung Pandang Bersih-Bersih Fasum, Lapak Liar yang Berdiri Puluhan Tahun Dibongkar
-
Kumpulkan Lurah, Camat Ujung Pandang Perkuat Koordinasi Program Pemilahan dan Pengelolaan Sampah
-
Pimpin Apel Pagi, Camat Ujung Pandang Tekankan Disiplin dan Implementasi Nilai ASN BerAKHLAK