LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur membantah status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di daerah tersebut. Hasil tes 18 pasien yang sebelumnya dinyatakan suspek Campak, ternyata negatif.
"Jadi ada 18 pasien suspek, Alhamdulillah semua hasil tesnya negatif. Jadi bukan KLB," ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Luwu Timur, Alimuddin, Selasa, 14 April 2026.
Untuk melakukan langkah pencegahan, kata Alimuddin, para petugas sudah berada di lapangan untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat, terkait pentingnya imunisasi untuk mencegah penyakit Campak.
"Teman-teman sudah ada di lapangan. Imunisasi Campak juga terus kita lakukan," ujarnya.
Alimuddin mengakui, salah satu hambatan di lapangan adalah kurangnya kesadaran orangtua untuk memberikan imunisasi kepada anak-anaknya, termasuk imunisasi Campak. Padahal, imunisasi ini sangat penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak agar terhindar dari penyakit berbahaya, salah satunya Campak.
"Di sejumlah daerah di Sulsel, sudah ditetapkan sebagai KLB. Kita sama sama berharap di Luwu Timur tidak terjadi seperti itu, dan kami sudah lakukan langkah-langkah pencegahan," imbuhnya.
Sebelumnya, Kabupaten Luwu Timur ditetapkan sebagai salah satu daerah KLB Campak di Sulsel. (*)
BERITA TERKAIT
-
Terbaik dalam Pengelolaan Sampah Se Sulawesi, Pemkab Luwu Timur Diguyur Insentif Rp2 Miliar dari Kemendagri
-
Pemkab Luwu Timur Siap Laksanakan Arahan Presiden Pacu Pertumbuhan Ekonomi
-
Sebelas SPBU dan Dua SPBN di Luwu Timur Sepakati Komitmen Penyaluran BBM Subsidi Tepat Sasaran
-
Sidak Singkat Bupati Luwu Timur, Beasiswa Hingga Bersihnya Ruangan Prokopim Jadi Sorotan
-
Ranperda APBD 2027 Diserahkan ke DPRD, Bupati Luwu Timur Siapkan Enam Prioritas Pembangunan