MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan, konflik yang terjadi di Timur Tengah tidak mempengaruhi harga pangan di tingkat domestik. Stok beras nasional disebut mencapai 4,5 juta ton, dan dinilai aman hingga 11 bulan ke depan.
"Stok beras nasional saat ini 4,5 juta ton, dan aman hingga sebelas bulan ke depan," kata Amran, saat meninjau Gudang Bulog Panaikang bersama Wakil Direktur Utama Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Minggu, 5 April 2026.
Mentan Amran menegaskan, pemerintah telah mengamankan ketersediaan pupuk sejak awal tahun. Salah satunya melalui pembelian bahan baku. Langkah tersebut kini memastikan pasokan pupuk nasional tetap stabil di tengah dinamika global akibat gejolak di Selat Hormuz.
"Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memiliki visi kuat menjaga ketahanan sektor pertanian. Termasuk memastikan ketersediaan sarana produksi," terangnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi, menegaskan, ekspor pupuk urea tetap dilakukan sepanjang kebutuhan dalam negeri terpenuhi.
"Yang penting Indonesia aman dulu baru ekspor," kata Rahmad usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis, 2 April 2026 lalu.
Menurutnya, Indonesia masih memiliki kapasitas untuk mengekspor pupuk guna membantu negara-negara tetangga yang mengalami keterbatasan pasokan. Ini akibat penutupan Selat Hormuz dan gejolak global di Timur Tengah. (*)
BERITA TERKAIT
-
HUT ke-23 Luwu Timur Bertabur Kado Istimewa, Bantuan Pertanian dari Mentan Hingga Dukungan Anggaran Rp15 Miliar dari Gubernur Sulsel
-
Potensi Krisis Pupuk dan Ancaman Kelaparan Dunia, Anis Matta: Konflik Timur Tengah Harus Didorong Jadi Zona Pembangunan
-
Bupati Luwu Timur Sinkronkan Kebijakan Pusat dan Daerah Hadapi Ancaman Kekeringan 2026
-
Rudal Iran Hantam Israel, Tiga Kota Terbakar
-
3.100 Warga Israel Terluka dalam Dua Pekan Serangan