Redaksi
Redaksi

Selasa, 31 Maret 2026 12:00

Spanyol Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat Militer AS yang Terlibat Serangan ke Iran

Spanyol Tutup Wilayah Udara untuk Pesawat Militer AS yang Terlibat Serangan ke Iran

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengonfirmasi kebijakan tersebut, Senin (30/3/2026). Ia menegaskan bahwa larangan berlaku baik untuk pangkalan militer bersama maupun wilayah udara Spanyol.

MADRID BUKAMATANEWSSpanyol mengambil langkah tegas dengan menutup wilayah udaranya bagi pesawat militer Amerika Serikat yang terlibat dalam operasi perang terhadap Iran. Keputusan ini sekaligus mempertegas posisi Madrid yang menolak dijadikan basis logistik bagi konflik yang dinilai ilegal dan zalim.

Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles mengonfirmasi kebijakan tersebut, Senin (30/3/2026). Ia menegaskan bahwa larangan berlaku baik untuk pangkalan militer bersama maupun wilayah udara Spanyol.

"Kami tidak mengizinkan penggunaan pangkalan militer maupun wilayah udara untuk tindakan yang berkaitan dengan perang di Iran," ujar Robles kepada wartawan dikutip The Guardian. "Saya rasa semua orang sudah mengetahui posisi Spanyol. Itu sangat jelas."

Dengan penutupan ini, pesawat militer AS—termasuk yang berbasis di Inggris dan sejumlah negara Eropa lainnya—harus mencari rute alternatif menuju target di Timur Tengah, kecuali dalam kondisi darurat. Kebijakan ini secara efektif memutus jalur udara strategis yang selama ini digunakan untuk mendukung operasi di kawasan tersebut.

Langkah Spanyol juga berdampak pada pergeseran aset militer AS. Sejak akhir Februari, sebanyak 15 pesawat pengisi bahan bakar KC-135 yang sebelumnya bermarkas di pangkalan Moron de la Frontera dan Rota telah dialihkan ke pangkalan di Prancis dan Jerman.

Keputusan ini menambah panjang daftar ketegangan antara Madrid dan Washington. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez sebelumnya telah menyerukan kepada AS, Israel, dan Iran untuk menghentikan konflik.

"Anda tidak bisa membalas satu tindakan ilegal dengan tindakan ilegal lainnya karena itulah awal dari bencana besar umat manusia," ujar Sanchez.

Sikap tegas Sanchez bahkan memicu ancaman dari Presiden Donald Trump untuk memutus hubungan perdagangan dengan Spanyol. Meski demikian, Madrid tampak tidak bergeming.

Menteri Ekonomi Spanyol Carlos Cuerpo menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari sikap prinsipil pemerintah yang tidak ingin terlibat dalam perang yang dimulai secara sepihak dan bertentangan dengan hukum internasional.

Meski menutup wilayah udara bagi pesawat tempur dan pesawat pengisi bahan bakar yang terlibat langsung dalam operasi perang, Spanyol masih mengizinkan penerbangan logistik dan transportasi militer sesuai perjanjian bilateral yang berlaku.

Robles menjelaskan bahwa penerbangan militer AS yang masih menggunakan pangkalan di Spanyol terbatas pada keperluan dukungan logistik bagi sekitar 80.000 personel militer AS yang ditempatkan di Eropa.

Hal ini menanggapi laporan surat kabar El Mundo yang menyebutkan setidaknya 70 penerbangan militer AS telah menggunakan pangkalan di Spanyol sejak konflik dimulai. Robles membantah bahwa penerbangan tersebut terkait operasi tempur.

Pengebom B-2 dan B-52 memang pernah terbang dari pangkalan di Spanyol dalam latihan militer. Namun, penggunaan langsung pesawat semacam itu untuk menyerang negara lain dari wilayah Spanyol hanya terjadi sekali, yakni selama Perang Teluk tahun 1991—ketika Spanyol masih berada di bawah pemerintahan sosialis Felipe Gonzalez.

Keputusan kali ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri Spanyol, yang memilih untuk menjaga jarak dari eskalasi konflik di Timur Tengah meskipun berisiko mengganggu hubungan dengan sekutu tradisionalnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Spanyol #wilayah udara