Redaksi
Redaksi

Selasa, 24 Maret 2026 09:24

Tragedi LaGuardia: Saat Menara Kehilangan Kendali, Pesawat Air Canada Tabrakan dengan Truk Pemadam

Tragedi LaGuardia: Saat Menara Kehilangan Kendali, Pesawat Air Canada Tabrakan dengan Truk Pemadam

Insiden yang terjadi Minggu (22/3) malam waktu setempat itu bermula dari situasi darurat yang berbeda. Sebuah truk pemadam milik otoritas pelabuhan sedang merespons laporan bau mencurigakan di pesawat United Airlines.

NEW YORK, BUKAMATANEWS — Sebuah kecelakaan fatal di Bandara LaGuardia, New York, mengungkap kerapuhan koordinasi antara menara pengawas dan kendaraan darat. Pesawat Air Canada menabrak truk pemadam kebakaran saat mendarat, menewaskan dua awak pesawat dan melukai puluhan penumpang, sekaligus menyoroti masalah sistemik dalam pengelolaan lalu lintas udara bandara tersibuk di Amerika Serikat.

Insiden yang terjadi Minggu (22/3) malam waktu setempat itu bermula dari situasi darurat yang berbeda. Sebuah truk pemadam milik otoritas pelabuhan sedang merespons laporan bau mencurigakan di pesawat United Airlines. Rekaman audio menunjukkan pengendali lalu lintas udara sempat memberi izin truk melintasi landasan. Namun, ketika pesawat Air Canada mulai mendekat, pengendali berusaha membatalkan perintah itu.

"Truck One, stop, stop, stop!," teriak pengendali beberapa detik sebelum tabrakan.

Peringatan itu datang terlambat. Pesawat jenis CRJ-900 yang dioperasikan Jazz Aviation sebagai penerbangan AC8646 dari Montreal itu menghantam truk dengan kecepatan sekitar 39 km/jam. Bagian kokpit dan depan pesawat hancur akibat benturan. Pilot dan kopilot dilaporkan tewas di tempat.

Pengakuan Kesalahan di Tengah Malam
Sekitar 20 menit setelah kejadian, seorang pengendali lalu lintas udara mengakui kekeliruan dalam komunikasinya.

"Kami sebelumnya menangani situasi darurat. Saya melakukan kesalahan," ujarnya.

Pengakuan itu membuka pertanyaan besar: bagaimana prosedur keselamatan di salah satu bandara tersibuk di AS bisa gagal dalam momen kritis?

Mantan Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS, Mary Schiavo, menyebut insiden ini sebagai pengingat bahwa bahaya terbesar tak selalu terjadi di udara, melainkan di darat.

"Saya tidak tahu berapa banyak peringatan yang dibutuhkan FAA, tetapi ini sudah terjadi selama bertahun-tahun, dan beberapa kecelakaan paling mengerikan justru terjadi di darat di bandara," tegasnya.

Insiden ini terjadi di tengah sorotan terhadap kekurangan sumber daya manusia di sistem penerbangan AS. Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) dilaporkan masih kekurangan sekitar 3.000 pengendali lalu lintas udara.

Meskipun Bandara LaGuardia dinilai tidak mengalami kekurangan staf kronis, kecelakaan terjadi pada shift malam—waktu dengan jumlah petugas lebih sedikit. Penyelidik kini menelusuri kemungkinan faktor kelelahan dan pola kerja sebagai bagian dari investigasi.

Presiden AS Donald Trump menyebut kejadian ini sebagai peristiwa "mengerikan" dan menyatakan bahwa kesalahan manusia menjadi titik awal tragedi.

"Ini adalah bisnis yang berbahaya, dan sebuah kesalahan telah terjadi," ujarnya.

Pesawat membawa 72 penumpang dan empat awak. Sebanyak 41 penumpang serta dua petugas pemadam dilarikan ke rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 32 orang telah diperbolehkan pulang, sementara lainnya masih menjalani perawatan akibat luka serius.

Seorang pramugari ditemukan selamat di luar pesawat dalam kondisi masih terikat di kursinya. Ia mengalami luka serius namun tidak mengancam jiwa, setelah kursinya terlepas dan jatuh melalui lubang di lantai pesawat.

Bandara LaGuardia—yang menempati peringkat ke-19 tersibuk di AS pada 2024 dengan lebih dari 16,7 juta penumpang—sempat ditutup pasca-insiden. Bandara kembali dibuka sebagian sekitar pukul 13.30 waktu setempat, dengan penerbangan pertama dijadwalkan beroperasi pukul 14.00.

Otoritas Amerika Serikat dan Kanada kini menyelidiki penyebab insiden dengan fokus awal pada koordinasi lalu lintas udara. Proses penyeberangan landasan—yang memerlukan komunikasi ketat antara pengendali darat dan menara—menjadi titik sentral penyelidikan.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyampaikan belasungkawa dan memastikan dukungan penuh terhadap proses investigasi. Gubernur New York Kathy Hochil menggambarkan peristiwa itu sebagai "menyayat hati", sementara Wali Kota New York Zohran Mamdani menyebutnya sebagai "tabrakan tragis".

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kecelekaan Pesawat