Redaksi : Sabtu, 14 Maret 2026 05:44
Ilustrasi

BUKAMATANEWS – Momen Hari Raya Idulfitri memang selalu identik dengan Tunjangan Hari Raya (THR). Namun, tak jarang uang yang ditunggu-tunggu itu hanya sekadar "singgah" sebentar lalu raib begitu saja tanpa jejak. Alhasil, usai Lebaran, dompet kembali kempes dan utang mulai menumpuk.

Pertanyaannya, ke mana perginya THR Anda? Apakah sudah direncanakan dengan matang, atau justru lenyap karena godaan diskon dan gaya hidup sesaat?

Mengutip keterangan resmi yang diterima, Sabtu (14/3/2026), berikut adalah empat penyebab utama THR cepat habis yang wajib dihindari agar kondisi keuangan tetap sehat pasca-Lebaran.

1. Godaan Diskon Lebaran: Belanja Impulsif Musuh Utama

Menjelang hari raya, pusat perbelanjaan dan marketplace berlomba-lomba menawarkan diskon menggiurkan. Sayangnya, hal ini kerap memicu perilaku belanja impulsif alias membeli barang tanpa pertimbangan matang.

Akibatnya, orang cenderung membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan, hanya karena tergiur potongan harga. Kebiasaan ini diperparah dengan ketiadaan anggaran belanja yang jelas, sehingga uang THR pun ludes sebelum Lebaran tiba.

2. FOMO alias Ikut Gaya Hidup Kekinian di Luar Kemampuan

Fenomena Fear of Missing Out (FOMO) atau takut ketinggalan tren juga menjadi biang keladi bocornya THR. Riset Financial Fitness Index 2025 mencatat, 76 persen anak muda masih menghabiskan uang hanya untuk mengikuti gaya hidup teman sebayanya.

Mulai dari keharusan membeli baju lebaran model terbaru, ganti gadget canggih, hingga memamerkan perhiasan mentereng. Padahal, esensi Lebaran yang bermakna sama sekali tidak ditentukan oleh seberapa mahal penampilan fisik.

3. Minimnya Perencanaan Keuangan

THR sering kali dianggap sebagai "uang rezeki nomplok" yang bisa dibelanjakan sesuka hati. Persepsi ini lahir dari kurangnya perencanaan keuangan yang matang.

Tanpa alokasi yang jelas, uang THR rawan habis untuk hal-hal konsumtif yang tidak memberikan dampak jangka panjang. Padahal, dengan perencanaan sederhana seperti menyisihkan untuk tabungan, investasi, atau dana pendidikan, THR bisa menjadi fondasi stabilitas finansial.

4. Kebutuhan Mendesak di Luar Rencana

Hidup penuh kejutan. Terkadang, musibah atau kebutuhan mendesak datang tanpa diundang, seperti anggota keluarga sakit, kendaraan rusak, atau keperluan darurat lainnya.

Jika tidak memiliki dana darurat yang cukup, mau tidak mau THR akan terkuras untuk menambal kebutuhan tersebut. Inilah mengapa penting untuk membangun dana darurat secara bertahap, agar THR tidak menjadi satu-satunya penyelamat saat situasi genting.

Bijak Kelola THR, Raih Berkah Lebaran

Lebaran sejatinya adalah momen berbagi dan mempererat silaturahmi, bukan ajang menghabiskan uang untuk gengsi. Dengan menghindari empat jebakan di atas, THR tidak hanya membawa kebahagiaan sesaat, tetapi juga menjadi berkah yang memperkuat ketahanan finansial keluarga hingga hari raya berikutnya.