Redaksi
Redaksi

Jumat, 13 Maret 2026 16:19

Pakar: Pariwisata Bahari Akan Gagal Total Jika Masyarakat Lokal Hanya Jadi Penonton

Pakar: Pariwisata Bahari Akan Gagal Total Jika Masyarakat Lokal Hanya Jadi Penonton

Poltekpar Makassar gelar forum strategi pengembangan wisata bahari Indonesia Timur. Pakar bahas 3A, manajemen mitigasi, hingga pentingnya libatkan warga lokal.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS –  Politeknik Pariwisata Makassar menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Kajian Kebijakan dan Strategi Pengembangan Wisata Bahari Indonesia Timur dalam Mewujudkan Pariwisata Naik Kelas, Jumat, 13 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah akademik untuk memaparkan hasil riset sekaligus merumuskan arah pengembangan pariwisata bahari di kawasan timur Indonesia.

Acara dibuka secara resmi oleh Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para akademisi, praktisi industri pariwisata, serta mitra yang hadir dalam forum tersebut.

Dalam sambutannya, Herry Rachmat Widjaja menyapa sejumlah panelis dan undangan yang hadir, di antaranya Prof. Dr. Suparman Abdullah, Prof. Dr. Ansar Arifin, dan Prof. Dr. Haedar Akib, serta perwakilan industri pariwisata seperti GIPI, ASITA, PHRI,UNHAS DAN UNIFA dan pelaku pariwisata dari berbagai daerah.

Ia menjelaskan bahwa Politeknik Pariwisata Makassar memiliki mandat khusus sebagai pusat pengembangan kajian wisata bahari (marine tourism) di kawasan timur Indonesia.Menurutnya, setiap politeknik pariwisata di bawah Kementerian Pariwisata memiliki keunggulan dan fokus kajian masing-masing. Politeknik Pariwisata Makassar, kata dia, diberi tanggung jawab memperkuat pengembangan wisata bahari karena posisi geografis Indonesia Timur yang kaya potensi kelautan.

Wilayah Indonesia Timur memiliki kekayaan wisata bahari yang luar biasa, mulai dari Spermonde di Sulawesi Selatan, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Bunaken di Sulawesi Utara, hingga Raja Ampat di Papua Barat. Ini menjadi tanggung jawab kami untuk terus mengembangkan kajian dan penguatan sumber daya manusia di bidang marine tourism,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan kajian wisata bahari juga sejalan dengan program prioritas Kementerian Pariwisata dalam mewujudkan pariwisata naik kelas, yang menekankan aspek keberlanjutan, digitalisasi, dan penguatan kualitas destinasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Poltekpar Makassar