Redaksi
Redaksi

Sabtu, 07 Maret 2026 13:49

Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja
Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja

Merajut Empati di Paruh Kedua Ramadan: Poltekpar Makassar Rangkul Anak Panti Jelang Malam Seribu Bulan

Bagi Dr. Herry, kehadiran anak-anak panti asuhan di kampus bukan sekadar untuk disantuni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh civitas academica tentang esensi bersyukur menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan—fase yang paling diburu oleh umat Islam.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Memasuki fase krusial di pertengahan bulan suci Ramadan, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar kembali membuktikan bahwa pendidikan hospitality tidak hanya diasah di dalam kelas, melainkan juga melalui kepekaan sosial.

Jumat (6/3/2026), harmoni tersebut terekam jelas di Hotel D’Anjong, fasilitas perhotelan di lingkungan kampus Poltekpar. Sore itu, jajaran civitas academica menanggalkan sejenak rutinitas akademik untuk duduk melingkar, berbagi hidangan, dan merajut kebahagiaan dalam acara buka puasa bersama puluhan anak panti asuhan dari berbagai sudut Kota Makassar.

Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, memandang kegiatan ini jauh lebih bermakna daripada sekadar seremonial tahunan. Di hadapan para dosen, mahasiswa, dan tamu undangan, yang terdiri atas GM Hotel, Pimpinan Travel Agent, Pemerintah Provinsi, SKPD sampai jajaran pemerintahan setempat,serta Undangan Khusus anak-anak dari Panti Asuhan,  ia menekankan bahwa paruh kedua Ramadan adalah momentum krusial untuk melakukan refleksi spiritual dan menebarkan kepedulian.

"Hari ke-17 bulan Ramadan ini, kita patut bersyukur. Kita masih diberi kesehatan dan kesempatan yang luar biasa untuk bisa berkumpul dan berbagi senyum dalam suasana yang penuh berkah," ujar Dr. Herry saat ditemui di sela-sela kehangatan acara.

Fokus Mengejar Lailatul Qadar

Bagi Dr. Herry, kehadiran anak-anak panti asuhan di kampus bukan sekadar untuk disantuni, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh civitas academica tentang esensi bersyukur menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan—fase yang paling diburu oleh umat Islam.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh keluarga besar Poltekpar Makassar untuk mulai mempersiapkan diri menyambut malam Lailatul Qadar. Malam yang diyakini memiliki kemuliaan lebih dari seribu bulan tersebut, menurutnya, harus disambut dengan kesiapan mental dan spiritual yang matang.

“Malam-malam terakhir Ramadan adalah waktu yang sangat istimewa. Di dalamnya terdapat malam yang sangat mulia,” tegasnya mengingatkan.

Sebagai penutup, pimpinan kampus pariwisata bergengsi di Indonesia ini, dan satu-satunya kampur pariwisata berstatus negeri di Kawasan Timur Indonesia, menitipkan pesan reflektif. Ia berharap acara silaturahmi ini memicu peningkatan kualitas ibadah—mulai dari memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, hingga mempertebal ketakwaan. Di bawah atap Hotel D'Anjong malam itu, Poltekpar Makassar mengirimkan pesan kuat: pelayanan terbaik selalu bermula dari keramahtamahan hati dan empati terhadap sesama.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Poltekpar Makassar