Redaksi : Sabtu, 07 Maret 2026 14:10
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama Direktorat Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis (5/3/2026)

LUTRA, BUKAMATANEWS - Upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian mulai menunjukkan hasil. Audiensi yang dilakukan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama Direktorat Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air di Kementerian Pekerjaan Umum, Kamis (5/3/2026), menghasilkan komitmen penting bagi pengembangan irigasi di daerah tersebut.

Dalam pertemuan itu, Direktorat Irigasi dan Rawa menyatakan akan memprioritaskan percepatan pembangunan Daerah Irigasi (DI) Baliase serta Bendung Suplesi Kanjiro pada tahun anggaran 2026.

“Alhamdulillah, pembangunan DI Baliase dan Bendung Suplesi Kanjiro akhirnya menjadi prioritas Direktorat Irigasi dan Rawa dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional,” ujar Andi Abdullah Rahim usai audiensi.

Saat ini, pembangunan DI Baliase diketahui belum sepenuhnya rampung. Pemerintah daerah berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat penyelesaian proyek tersebut, sehingga petani tetap mempertahankan komoditas padi dan tidak beralih ke tanaman lain.

Hal serupa juga terjadi pada Bendung Suplesi Kanjiro yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir pada 2018. Infrastruktur ini memiliki peran penting karena mengairi sekitar 1.000 hektare lahan persawahan di Kecamatan Bonebone.

Menurut Andi Rahim, percepatan pembangunan irigasi sangat penting untuk memaksimalkan potensi sumber air yang melimpah di wilayah tersebut agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk lahan pertanian.

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari dukungan daerah terhadap program swasembada pangan yang tengah digencarkan pemerintah pusat.

Selain itu, dalam audiensi tersebut Bupati juga mengusulkan pembangunan sejumlah daerah irigasi lainnya, yakni DI Taloto, Hono, dan Eno di Kecamatan Seko, serta DI Onondoa di Kecamatan Rampi.

Intervensi infrastruktur irigasi dinilai sangat penting, mengingat Luwu Utara mendapatkan alokasi program cetak sawah dari Kementerian Pertanian seluas 20.000 hektare.

Bupati menjelaskan, dari total rencana cetak sawah seluas 6.500 hektare yang saat ini masih dalam tahap survei, investigasi, dan desain (SID), sekitar 3.500 hektare berada di sekitar jaringan irigasi yang ada, termasuk DI Baliase.

Ia juga menilai percepatan pembangunan infrastruktur irigasi akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jika irigasi ini diintervensi dengan baik, tentu akan berdampak signifikan terhadap peningkatan produksi pertanian sekaligus penurunan angka kemiskinan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Wilayah IV Direktorat Irigasi dan Rawa, Lukman Hakim, menyebutkan bahwa di Kabupaten Luwu Utara terdapat dua usulan daerah irigasi kewenangan kabupaten dan satu daerah irigasi kewenangan provinsi yang masuk dalam rencana program Instruksi Presiden (Inpres) tahun 2026.

“Empat daerah irigasi yang disampaikan oleh Bapak Bupati dapat diusulkan dalam kegiatan Inpres 2026, dan pemerintah daerah juga dapat mengusulkan daerah irigasi kewenangan kabupaten lainnya,” ujar Lukman Hakim.

Pembangunan infrastruktur irigasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus memaksimalkan potensi pertanian yang dimiliki Luwu Utara.

Audiensi ini turut dihadiri Kepala Subdirektorat Wilayah IV Direktorat Irigasi dan Rawa Ditjen SDA bersama tim perencanaan teknis. Sementara Bupati Andi Abdullah Rahim didampingi Kepala Bidang SDA DPUTRPKP2 Luwu Utara, Ayu.