MAROS, BUKAMATANEWS — Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya menjadikan Remaja Masjid sebagai motor penggerak pola hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam pelaksanaan Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) LKM BKPRMI Sulawesi Selatan yang digelar pada 1 Maret 2026, di Rumah Jabatan Bupati Maros.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Silakwil yang dipusatkan di Kabupaten Maros. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat sekaligus penggerak pembangunan sosial masyarakat.
"Kami menyambut baik pelaksanaan Silakwil LKM BKPRMI Sulsel di Maros. Ini menunjukkan bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat, termasuk dalam membangun kesadaran hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Menurutnya, keberadaan BKPRMI selama ini telah memberikan kontribusi nyata dalam membina generasi muda melalui kegiatan keagamaan, pendidikan karakter, serta aktivitas sosial kemasyarakatan. Pemerintah Kabupaten Maros siap bersinergi dengan BKPRMI dalam mendukung program kesehatan masyarakat berbasis masjid dan pemberdayaan remaja masjid.
"Kami berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan BKPRMI terus diperkuat, sehingga remaja masjid dapat menjadi agen perubahan sosial yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Ishaq Iskandar, menegaskan bahwa Silakwil bukan sekadar agenda organisasi, melainkan momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi dan pengabdian umat.
"Silakwil ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi, menyatukan visi, serta memperteguh komitmen pengabdian dalam membina umat dan generasi muda Islam. LKM dan LPKS memiliki peran penting sebagai pusat pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, dan penanaman nilai-nilai Qurani di tengah masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seimbang antara kemajuan fisik dan penguatan moral spiritual masyarakat.
"Masjid, santri, dan generasi muda berakhlak mulia merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Sulawesi Selatan yang maju, berdaya saing, dan berkarakter," lanjutnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga menyampaikan apresiasi kepada BKPRMI yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan remaja masjid dan santri.
"Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan harus terus diperkuat. Kami berharap dari Silakwil ini lahir program-program yang konkret, inovatif, dan berkelanjutan," tambahnya.
Direktur Wilayah LKM BKPRMI Sulawesi Selatan, Asriadi Ali, menegaskan bahwa LKM BKPRMI siap mengambil peran strategis dalam penguatan program kesehatan masyarakat berbasis masjid di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
"LKM BKPRMI Sulsel akan mengambil peran strategis dalam kegiatan kesehatan di seluruh provinsi. Kita memiliki lembaga kesehatan di seluruh kabupaten/kota yang akan mengawal agenda-agenda kesehatan ke depan," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya gerakan masjid bersih dan sehat sebagai bagian dari dakwah sosial yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ketua DPW BKPRMI Sulawesi Selatan, Asri Said, menambahkan bahwa peran Remaja Masjid tidak boleh terbatas pada aktivitas keagamaan di lingkungan masjid semata, tetapi harus mampu memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
"Remaja Masjid harus menjadi motor penggerak, bukan hanya di masjid tetapi sampai ke lingkungan masyarakat. Kita ingin mereka hadir sebagai pelopor perubahan, termasuk dalam membangun pola hidup bersih dan sehat," ujarnya.
Dalam forum tersebut, salah satu program strategis yang akan didorong adalah pengelolaan Bank Sampah oleh Remaja Masjid. Program ini diharapkan mampu mengedukasi masyarakat dalam mengelola sampah agar lebih bernilai guna sekaligus memiliki manfaat ekonomi.
Melalui sistem pengelolaan yang baik, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah semata, melainkan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Selain pengembangan Bank Sampah, LKM BKPRMI Sulsel juga menekankan pentingnya edukasi hidup bersih dan sehat melalui sosialisasi, kampanye kebersihan lingkungan, serta penyuluhan kesehatan sebagai langkah strategis membangun budaya sehat yang berkelanjutan.
Melalui Silakwil ini, BKPRMI Sulawesi Selatan berharap lahirnya program-program konkret yang dapat diimplementasikan di seluruh kabupaten/kota, sehingga Remaja Masjid benar-benar menjadi agen perubahan sosial dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, bersih, dan berdaya. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Bersama Bupati Maros, BKPRMI Sulsel Gerakkan Bersih-Bersih Masjid dan setrentak di 24 Daerah, Gaungkan Indonesia ASRI Jelang Ramadan
-
BKPRMI Sulsel Dorong Program Dai Cyber Lewat Silakwil Terpadu
-
Pemkab Maros Terapkan WFA Selektif untuk ASN, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Prima
-
Bupati Maros Apresiasi Peran Strategis Guru PAUD sebagai Pondasi Generasi Literasi
-
Sampah Plastik Ditukar Beras, Warga Maros Antusias 'Panen' Sembako di Pasar Tramo