Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Takalar pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya produksi sektor unggulan serta menguatnya daya beli masyarakat.
TAKALAR, BUKAMATANEWS - Satu tahun kepemimpinan Bupati Takalar, Daeng Manye, menunjukkan tren pembangunan daerah yang semakin membaik. Sejumlah indikator makro pembangunan di Kabupaten Takalar sepanjang periode 2024–2025 mencatatkan perkembangan positif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Perbaikan tersebut terlihat dari berbagai sektor strategis, mulai dari penurunan angka kemiskinan dan pengangguran hingga peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Kemiskinan dan Pengangguran Berhasil Ditekan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Takalar menunjukkan angka kemiskinan mengalami penurunan dari 7,75 persen pada 2024 menjadi 7,27 persen pada 2025.
Tingkat Pengangguran Terbuka juga menurun dari 3,84 persen menjadi 3,76 persen. Sementara itu, ketimpangan pendapatan masyarakat yang tercermin melalui Gini Rasio turut membaik dari 0,385 menjadi 0,34.
Penurunan ini menandakan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata serta meningkatnya peluang kerja. Kondisi tersebut tidak terlepas dari penguatan ekonomi kerakyatan dan berbagai program perlindungan sosial yang dinilai semakin tepat sasaran.
Kualitas Hidup Masyarakat Meningkat
Selain aspek ekonomi, peningkatan juga terjadi pada indikator kualitas hidup masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Takalar meningkat dari 72,06 pada 2024 menjadi 72,79 pada 2025.
Angka Harapan Hidup tercatat naik dari 73,69 tahun menjadi 74,08 tahun. Di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah mencapai 12,62 tahun, sementara Rata-rata Lama Sekolah meningkat menjadi 7,84 tahun.
Perkembangan ini mencerminkan adanya kemajuan berkelanjutan pada sektor kesehatan dan pendidikan yang menjadi fondasi utama pembangunan daerah dalam jangka panjang.
Daya Beli dan Produksi Pertanian Menguat
Daya beli masyarakat juga menunjukkan tren peningkatan. Pengeluaran riil per kapita naik dari Rp11,67 juta pada 2024 menjadi Rp12,01 juta pada 2025.
Di sektor pertanian, produksi padi mengalami lonjakan signifikan hingga 18,52 persen, dari 115,61 ribu ton menjadi 137,01 ribu ton Gabah Kering Giling (GKG). Peningkatan produksi ini menjadi salah satu faktor penting yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Takalar pada 2025 tercatat sebagai yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya produksi sektor unggulan serta menguatnya daya beli masyarakat.
Fondasi Pembangunan Berkelanjutan
Bupati Takalar, Daeng Manye, menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, capaian ini adalah buah dari kerja kolaboratif antara pemerintah daerah, DPRD, pelaku usaha, petani, nelayan, serta seluruh masyarakat Takalar. Kami berkomitmen memastikan setiap program benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor pertanian, UMKM, pendidikan, serta layanan kesehatan sebagai prioritas pembangunan ke depan.
“Kerja nyata harus menghadirkan hasil yang terasa. Kami ingin memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan. Takalar harus tumbuh maju, inklusif, dan berdaya saing,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis mampu melanjutkan tren positif pembangunan menuju daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22
02 April 2026 11:56
02 April 2026 11:10
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:25
02 April 2026 14:22