Bupati Chaidir Syam Terima Penghargaan, Maros Masuk 45 Daerah Terbaik Kelola Sampah
Kabupaten Maros meraih penghargaan kinerja pengelolaan sampah pada Rakornas 2026 di Jakarta dan masuk 45 daerah terbaik di Indonesia.
MAROS, BUKAMATANEWS - Komitmen membenahi persoalan sampah berbuah manis bagi Kabupaten Maros. Daerah ini kembali mencatatkan prestasi di level nasional dengan meraih penghargaan kinerja pengelolaan sampah pada Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam. Maros masuk dalam jajaran 45 kabupaten/kota terbaik di Indonesia yang dinilai memiliki sistem pengelolaan sampah dengan capaian kinerja baik dan berkelanjutan.
Bagi Chaidir, capaian ini bukan sekadar trofi seremonial, melainkan hasil kerja kolektif lintas sektor. Mulai dari pemerintah daerah, petugas kebersihan, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Ini buah dari sinergi bersama. Tanpa dukungan masyarakat dan kerja keras petugas di lapangan, capaian ini tidak mungkin diraih,” ujarnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maros, Andi Irfan, mengungkapkan bahwa penilaian nasional dilakukan secara komprehensif. Aspek yang dinilai mencakup kelembagaan, regulasi, dukungan anggaran, ketersediaan SDM, sarana dan prasarana, hingga performa operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
Menurutnya, penguatan kebijakan daerah dan konsistensi alokasi anggaran menjadi kunci dalam mendorong perbaikan sistem. Optimalisasi fasilitas TPA dan tata kelola operasional yang lebih modern juga menjadi poin penting dalam evaluasi.
“Maros dinilai mampu menunjukkan peningkatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Itu yang membuat kita masuk kategori kinerja baik,” jelasnya.
Rakornas ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026, momentum untuk memperkuat kesadaran publik sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor menghadapi tantangan darurat sampah.
Dalam forum tersebut, Menteri Lingkungan Hidup **Hanif Faisol Nurofiq** mengingatkan bahwa kondisi TPA di Indonesia semakin kritis. Ia menyebut sebagian besar TPA nasional diproyeksikan mencapai batas teknis operasional pada 2028 jika tidak dibarengi pembenahan sistem dan pengurangan sampah dari hulu.
Di tengah tantangan itu, penghargaan yang diraih Maros menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang terencana, konsisten, dan melibatkan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata—sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem lingkungan yang lebih berkelanjutan.
News Feed
Pemkot Makassar Sambut Positif Kejuaraan Nasional Pushbike di Makassar
02 April 2026 09:30
Sulsel Percepat Imunisasi Anak, Gowa Jadi Lokus Utama Penanganan Zero Dose
01 April 2026 20:32
Berita Populer
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
