Redaksi
Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026 13:23

Bupati Chaidir Syam Terima Penghargaan, Maros Masuk 45 Daerah Terbaik Kelola Sampah

Bupati Chaidir Syam Terima Penghargaan, Maros Masuk 45 Daerah Terbaik Kelola Sampah

Kabupaten Maros meraih penghargaan kinerja pengelolaan sampah pada Rakornas 2026 di Jakarta dan masuk 45 daerah terbaik di Indonesia.

MAROS, BUKAMATANEWS - Komitmen membenahi persoalan sampah berbuah manis bagi Kabupaten Maros. Daerah ini kembali mencatatkan prestasi di level nasional dengan meraih penghargaan kinerja pengelolaan sampah pada Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar di Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Maros, Chaidir Syam. Maros masuk dalam jajaran 45 kabupaten/kota terbaik di Indonesia yang dinilai memiliki sistem pengelolaan sampah dengan capaian kinerja baik dan berkelanjutan.

Bagi Chaidir, capaian ini bukan sekadar trofi seremonial, melainkan hasil kerja kolektif lintas sektor. Mulai dari pemerintah daerah, petugas kebersihan, hingga partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.

“Ini buah dari sinergi bersama. Tanpa dukungan masyarakat dan kerja keras petugas di lapangan, capaian ini tidak mungkin diraih,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Maros, Andi Irfan, mengungkapkan bahwa penilaian nasional dilakukan secara komprehensif. Aspek yang dinilai mencakup kelembagaan, regulasi, dukungan anggaran, ketersediaan SDM, sarana dan prasarana, hingga performa operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Menurutnya, penguatan kebijakan daerah dan konsistensi alokasi anggaran menjadi kunci dalam mendorong perbaikan sistem. Optimalisasi fasilitas TPA dan tata kelola operasional yang lebih modern juga menjadi poin penting dalam evaluasi.

“Maros dinilai mampu menunjukkan peningkatan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. Itu yang membuat kita masuk kategori kinerja baik,” jelasnya.

Rakornas ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2026, momentum untuk memperkuat kesadaran publik sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor menghadapi tantangan darurat sampah.

Dalam forum tersebut, Menteri Lingkungan Hidup **Hanif Faisol Nurofiq** mengingatkan bahwa kondisi TPA di Indonesia semakin kritis. Ia menyebut sebagian besar TPA nasional diproyeksikan mencapai batas teknis operasional pada 2028 jika tidak dibarengi pembenahan sistem dan pengurangan sampah dari hulu.

Di tengah tantangan itu, penghargaan yang diraih Maros menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang terencana, konsisten, dan melibatkan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata—sekaligus menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun sistem lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Maros #Bupati Maros Chaidir Syam