Pemkot Makassar Sambut Positif Kejuaraan Nasional Pushbike di Makassar
02 April 2026 09:30
Lokasi kejadian berada di belakang salah satu sekolah SMP di Kecamatan Lappariaja. Saat ini kasusnya sudah ditangani oleh Unit PPA dan masih dalam proses penyelidikan.
BONE, BUKAMATANEWS - Kasus perundungan terhadap anak kembali mencoreng wajah kemanusiaan di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Kali ini, korban adalah seorang anak perempuan yang diketahui telah putus sekolah. Ironisnya, aksi kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh sejumlah remaja perempuan yang masih berstatus sebagai pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Peristiwa memilukan ini mencuat ke permukaan setelah sebuah video berdurasi sekitar 30 detik viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari publik. Dalam rekaman tersebut, korban yang diketahui berinisial PA (15) tampak tak berdaya saat dikelilingi oleh sejumlah remaja perempuan yang diperkirakan sebaya dengannya.
Korban terlihat beberapa kali menerima tamparan dari para pelaku. Situasi semakin memprihatinkan karena dalam video itu terdengar suara salah satu remaja yang diduga mengompori aksi kekerasan, seolah mendorong tindakan perundungan terus berlanjut tanpa rasa empati.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa perundungan terhadap anak putus sekolah ini terjadi beberapa hari lalu di belakang salah satu sekolah SMP di Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone. Lokasi yang seharusnya menjadi ruang aman pendidikan justru berubah menjadi tempat terjadinya kekerasan terhadap anak.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, korban bersama keluarganya, didampingi aktivis Perempuan Bone, akhirnya melaporkan kasus ini ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bone. Laporan tersebut kini telah ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bone.
Aktivis Perempuan Bone, Martina Majid, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap korban sejak kasus tersebut mencuat ke publik. Menurutnya, peristiwa ini bukan kejadian tunggal, melainkan diduga merupakan perundungan yang terjadi berulang.
"Kami telah melakukan pendampingan terhadap korban perundungan yang viral di media sosial. Kejadian ini sebenarnya berulang, sehingga untuk tindakan kekerasan fisiknya kami serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Sementara itu, korban akan kami upayakan agar bisa melanjutkan pendidikannya kembali," ujar Martina, Selasa, 10 Februari 2026.
Ia juga menjelaskan bahwa akibat peristiwa tersebut, korban mengalami trauma yang cukup berat dan dihantui rasa takut kejadian serupa kembali terulang. Kasus ini pun menambah daftar panjang kekerasan terhadap anak, sekaligus menjadi alarm keras bagi semua pihak orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk lebih meningkatkan pengawasan serta kepedulian terhadap anak dan remaja.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, membenarkan bahwa kasus perundungan tersebut terjadi beberapa waktu lalu dan baru viral di media sosial pada hari ini, sehingga langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
"Lokasi kejadian berada di belakang salah satu sekolah SMP di Kecamatan Lappariaja. Saat ini kasusnya sudah ditangani oleh Unit PPA dan masih dalam proses penyelidikan," ujar Iptu Rayendra.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus melakukan penelusuran untuk mengungkap identitas para pelaku serta mendalami motif di balik aksi perundungan tersebut. Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan ulang video demi melindungi kondisi psikologis korban. (*)
02 April 2026 09:30
01 April 2026 20:32
02 April 2026 09:30