Redaksi
Redaksi

Senin, 09 Februari 2026 16:03

Beri Waktu 9 Hari, China Tetapkan Libur Imlek 2026 Terpanjang Sepanjang Sejarah

Beri Waktu 9 Hari, China Tetapkan Libur Imlek 2026 Terpanjang Sepanjang Sejarah

China menetapkan libur Tahun Baru Imlek 2026 selama sembilan hari, menjadi yang terpanjang sepanjang sejarah. Perayaan Imlek diawali tradisi Festival Laba hingga Festival Lentera.

BUKAMATANEWS — Tahun Baru China atau Imlek 2026 akan menjadi momen bersejarah. Pemerintah China menetapkan masa libur Festival Musim Semi atau Imlek selama sembilan hari penuh, terhitung mulai 15 hingga 23 Februari 2026. Libur panjang ini dimulai satu hari sebelum Imlek yang jatuh pada 17 Februari 2026 dan disebut sebagai yang terpanjang sepanjang sejarah China.

Mengacu pada laman china-briefing.com, kebijakan libur panjang ini berlaku secara nasional, termasuk bagi sektor industri dan pabrik, sehingga aktivitas produksi dan perkantoran akan berhenti sementara selama periode tersebut. Libur panjang ini diperkirakan berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat, pariwisata, hingga rantai pasok global.

Imlek atau Festival Musim Semi sendiri bukan hanya dirayakan dalam satu atau dua hari. Berdasarkan penjelasan laman wisata chinahighlights.com, rangkaian perayaan Tahun Baru China berlangsung selama 16 hari, dimulai dari Malam Tahun Baru Imlek hingga Festival Lentera China.

Persiapan menyambut Imlek bahkan sudah dimulai sejak setengah bulan sebelumnya. Salah satu tahapan awal dikenal dengan Festival Laba, yang pada 2026 bertepatan dengan 26 Januari. Festival ini menandai dimulainya rangkaian Festival Musim Semi. Tradisi utamanya adalah berdoa kepada leluhur dan para dewa, termasuk dewa pintu, dengan harapan memperoleh rezeki dan hasil panen yang baik. Hidangan khas pada momen ini adalah bubur Laba.

Tahapan berikutnya adalah Tahun Kecil atau xiǎo nián, yang jatuh pada 10 atau 11 Februari 2026, tergantung wilayah. Di Tiongkok utara, Tahun Kecil dirayakan pada hari ke-23 bulan ke-12 kalender lunar, sementara di wilayah selatan pada hari ke-24. Momen ini menandai dimulainya persiapan intensif Imlek, seperti membersihkan rumah, menyiapkan perlengkapan perayaan, serta berdoa kepada dewa api sebagai simbol mengusir kesialan dan menyambut keberuntungan.

Menjelang Malam Tahun Baru Imlek, tepatnya pada 10 hingga 16 Februari 2026, aktivitas belanja masyarakat meningkat drastis. Warga membeli berbagai kebutuhan seperti makanan khas Imlek, camilan, dekorasi, pakaian baru, hingga kembang api. Periode ini menjadi puncak konsumsi tahunan di China.

Budaya belanja saat Imlek mencerminkan nilai kebersamaan dan kemurahan hati. Meski dikenal hemat dalam keseharian, masyarakat China rela mengeluarkan biaya besar demi merayakan Imlek bersama keluarga. Pasar-pasar jalanan pun ramai menjual berbagai kebutuhan khas Tahun Baru.

Dengan durasi libur yang lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya, Imlek 2026 diperkirakan akan mendorong lonjakan perjalanan domestik dan internasional, sekaligus memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi dan aktivitas global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Berita Populer