Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa tersebut, Munafri menyampaikan bahwa RT/RW dan Wali Kota memiliki kesamaan mendasar, yakni sama-sama dipilih langsung oleh masyarakat melalui mekanisme pemilihan.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan pentingnya peran Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) sebagai garda terdepan pemerintah dalam memberikan pelayanan publik hingga ke tingkat lingkungan. Penegasan tersebut disampaikan dalam momentum silaturahmi bersama seluruh Ketua RT/RW se-Kota Makassar di Pantai Bosowa, Minggu (8/2/2026).

Munafri menekankan bahwa RT dan RW bukan sekadar perangkat administratif, melainkan ujung tombak pemerintah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pelayanan warga dan kebersihan lingkungan menjadi dua fokus utama yang harus dijalankan secara konsisten dan kolaboratif.
“RT dan RW adalah pilihan masyarakat. Amanah ini harus dibalas dengan kerja nyata, kepedulian, serta kehadiran aktif dalam menyelesaikan persoalan di wilayah masing-masing,” ujar Munafri.
Dalam pertemuan yang turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa tersebut, Munafri menyampaikan bahwa RT/RW dan Wali Kota memiliki kesamaan mendasar, yakni sama-sama dipilih langsung oleh masyarakat melalui mekanisme pemilihan.
“RT/RW dan Wali Kota itu sama, dipilih oleh masyarakat melalui ujung paku. Artinya, tanggung jawab ini harus dijalankan dengan pelayanan maksimal,” tegasnya.
Munafri yang akrab disapa Appi itu secara tegas mengingatkan agar tidak ada RT/RW yang abai terhadap tugas dan keluhan warga. Ia menegaskan tidak ingin mendengar laporan RT/RW yang tidak responsif, enggan bergaul dengan masyarakat, atau tidak menjalankan program pemerintah.
“Saya tidak mau dengar ada RT/RW yang dilaporkan karena malas, tidak mau mendengar keluhan warga, atau tidak mau menjalankan program pemerintah,” katanya.
Menurut politisi Partai Golkar itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan sosial di Kota Makassar. Dibutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan RT/RW yang paling memahami kondisi wilayah terkecil.
Ia menargetkan dalam lima tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Aliyah, pelayanan publik harus benar-benar dirasakan masyarakat, mulai dari kemudahan akses kesehatan, pemenuhan kebutuhan pangan, hingga kesempatan kerja.
“Saya tidak mau lagi melihat warga susah berobat di Puskesmas dan susah mendapatkan pekerjaan. Ini harus kita kerjakan bersama RT/RW,” tegasnya.
Fokus Kebersihan dan Pengelolaan Sampah
Selain pelayanan publik, Munafri juga menaruh perhatian besar terhadap kebersihan lingkungan. RT/RW diminta serius mengelola sampah mulai dari sumbernya serta mendorong partisipasi warga menjaga kebersihan lingkungan.
Pemerintah Kota Makassar, kata dia, akan memberikan penghargaan kepada RT/RW terbaik pada akhir tahun dengan hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
“Kebersihan adalah dasar dari kesehatan. Ini bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Ia juga mendorong pelaksanaan kerja bakti rutin serta pemanfaatan bank sampah. Menurutnya, botol plastik bekas bernilai Rp7.000–Rp8.000 per kilogram dan bisa menjadi sumber tambahan pendapatan di tingkat RT.
Terkait retribusi sampah, Munafri menegaskan pembebasan biaya hanya diberikan kepada warga kurang mampu, salah satunya yang menggunakan daya listrik 900 watt.
“Kalau tinggal di perumahan real estate, tidak bisa minta gratis sampah. Ini soal keadilan,” tegasnya.
Aduan Warga Lewat Aplikasi Lontara
Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga memperkenalkan aplikasi Lontara sebagai sistem pengaduan publik berbasis digital. Seluruh RT/RW diwajibkan mengunduh aplikasi tersebut agar aduan warga dapat dipantau dan ditindaklanjuti secara cepat.
Ia menegaskan, aduan yang tidak ditangani dalam waktu dua hari akan langsung masuk ke ponsel pribadinya untuk dievaluasi.
“Persoalan jalan, sampah, dan drainase harus cepat diselesaikan. Alhamdulillah, tahun ini banjir di Makassar jauh berkurang,” jelasnya.
Tinggalkan Sekat Politik dan Perkuat Integritas
Munafri juga mengingatkan RT/RW agar meninggalkan sekat politik dan kepentingan kelompok. Menurutnya, seluruh RT/RW kini merupakan bagian dari Pemerintah Kota Makassar.
“Hari ini tidak ada lagi orangnya A, B, atau C. Semua adalah orangnya Wali Kota Makassar,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya tata kelola bantuan sosial yang adil dan transparan melalui sistem digital. Tidak boleh lagi ada anggapan bansos hanya diberikan kepada kerabat RT atau RW.
“Bansos harus sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan, bukan kepada keluarga RT atau RW,” katanya.
Selain itu, Munafri juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah kota, mulai dari seragam sekolah gratis, Makassar Creative Hub sebagai ruang pengembangan anak muda, perluasan akses air bersih oleh PDAM, hingga pembangunan Stadion Untia yang ditargetkan rampung pada 2027–2028.
Di akhir arahannya, Munafri menegaskan komitmen integritas pemerintahan dengan melarang segala bentuk pungutan liar di tingkat kelurahan. RT dan RW diminta bekerja sama dengan lurah untuk saling mengawasi serta melaporkan oknum ASN yang menyalahgunakan kewenangan.
“Bapak Ibu RT/RW adalah tulang punggung pelayanan di wilayah. Jaga amanah ini dan bantu kami membangun Kota Makassar yang lebih sejahtera,” pungkasnya. (*)
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:25