Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 05 Februari 2026 21:42

Dekranasda Provinsi Sulsel menampilkan beragam produk kriya dan wastra unggulan dalam pameran The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026.
Dekranasda Provinsi Sulsel menampilkan beragam produk kriya dan wastra unggulan dalam pameran The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026.

Sulsel Tampilkan Kriya Batu Alam dan Wastra Tenun Unggulan di INACRAFT 2026

INACRAFT merupakan salah satu pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang menjadi ajang strategis bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk memperluas jejaring, mempromosikan produk, serta membuka akses pasar domestik dan internasional.

JAKARTA, BUKAMATANEWS — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sulsel menampilkan beragam produk kriya dan wastra unggulan dalam pameran The 26th Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026, yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.

INACRAFT merupakan salah satu pameran produk kerajinan terbesar di Asia Tenggara yang menjadi ajang strategis bagi pelaku industri kreatif Indonesia untuk memperluas jejaring, mempromosikan produk, serta membuka akses pasar domestik dan internasional.

INACRAFT 2026 dibuka secara resmi oleh Selvi Gibran Rakabuming Raka, Istri Wakil Presiden Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), bersama Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, pada Rabu, 4 Februari 2026.

Pameran yang diprakarsai oleh Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) bekerja sama dengan Mediatama Event ini mengusung tema Exploring and Celebrating Womenpreneurs in Craft, dan berlangsung pada 4–8 Februari 2026.

Pada hari pertama pameran, booth Dekranasda Provinsi Sulsel mendapat perhatian pengunjung yang tidak hanya melihat, tetapi juga membeli berbagai produk kerajinan khas Sulsel. Dengan membawa misi memperluas akses pasar global, produk-produk Sulsel yang dipamerkan telah melalui proses kurasi ketat dari 24 kabupaten/kota. Produk tersebut bersaing dengan peserta dari berbagai negara, antara lain Uzbekistan, India, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, hingga Polandia.

Tahun ini, Sulsel menonjolkan keunikan pada sektor kriya dan wastra. Pada kategori kriya, fokus utama ditujukan pada produk berbahan dasar batu alam (marmer) yang diolah menjadi karya bernilai seni tinggi.

Sementara pada sektor wastra, Sulsel menampilkan koleksi eksklusif hasil karya para desainer perempuan yang tergabung dalam komunitas Designer Olah Tenun (DOT).

Koordinator Kurasi Produk Dekranasda Sulsel, Sukarniaty Kondolele, menyampaikan, persiapan tahun ini sangat matang, dan melalui proses kurasi produk andalan dari 24 kabupaten/kota.

Wakil Ketua Harian Dekranasda Provinsi Sulsel, Melani Simon Jufri, menegaskan bahwa keikutsertaan Sulsel di INACRAFT 2026 tidak semata mengejar angka penjualan.

"Sesuai arahan Ibu Ketua Dekranasda Sulsel, Ibu Naoemi Octarina, tujuan utamanya adalah membuka peluang pasar global yang lebih luas dan memastikan produk Sulsel mendapatkan pengakuan Indikasi Geografis (IG). Kami ingin produk lokal kita tidak hanya laku, tetapi juga mampu berkompetisi di level internasional dan meraih penghargaan terbaik di ajang ini," ungkapnya, Kamis, 5 Februari 2026.

Kehadiran Sulsel di INACRAFT 2026 diharapkan semakin memperkuat posisi kain tenun dan kerajinan batu alam sebagai komoditas ekspor unggulan yang selaras dengan tren desain global.

Melani Simon Jufri juga mengajak masyarakat, khususnya yang berada di Jakarta dan sekitarnya, untuk berkunjung ke booth Sulsel.

"Pameran ini terbuka untuk umum. Mari berkunjung untuk melihat langsung dan mendukung keberagaman produk unggulan karya para pengrajin lokal Sulawesi Selatan di booth kami," ujarnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#INACRAFT 2026 #Dekranasda Sulsel #Wastra #Kriya #Batu alam