Dosen Upri Laksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat Di Desa Bonto Somba, Tompobulu, Maros
Tim dosen Universitas Pejuang Republik Indonesia melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Maros, guna memperkuat komunikasi pemerintahan desa di wilayah pelosok dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
MAROS, BUKAMATANEWS — Tim dosen Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) dari bidang Ilmu Komunikasi dan Administrasi Publik melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Dusun Bonto-Bonto, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, Senin (26/1/2026).

Kegiatan PKM ini mengangkat tema “Analisis Komunikasi Pemerintahan pada Daerah Pelosok Kabupaten Maros” dan bertujuan memperkuat praktik komunikasi pemerintahan desa, khususnya dalam penyampaian informasi publik, pelayanan administrasi, serta interaksi antara aparatur desa dan masyarakat.
Melalui pendekatan partisipatif, tim dosen UPRI melakukan pemetaan pola komunikasi yang selama ini berjalan di tingkat desa, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pemerintah desa dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat di wilayah pelosok.
Ketua Tim PKM, Drs. Ibrahim, M.Si, menjelaskan bahwa komunikasi pemerintahan memiliki peran strategis dalam memastikan kebijakan dan program pembangunan dapat dipahami serta diterima masyarakat secara tepat.
“Di wilayah pelosok, tantangan komunikasi tidak hanya soal jarak geografis, tetapi juga berkaitan dengan bahasa, budaya, dan keterbatasan akses informasi. Karena itu, penguatan kapasitas komunikasi aparatur desa menjadi kebutuhan yang sangat penting,” ujarnya.
Secara akademik, kegiatan ini berangkat dari pemahaman bahwa komunikasi pemerintahan merupakan instrumen utama dalam membangun relasi antara negara dan warga. Brian McNair (2011) menyebut komunikasi pemerintahan sebagai sarana penyampaian kebijakan, pembentukan legitimasi publik, sekaligus ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.
Sementara itu, Thomas R. Dye (2013) menekankan bahwa kebijakan publik tidak hanya berhenti pada pengambilan keputusan, tetapi mencakup seluruh proses implementasi yang sangat bergantung pada kejelasan komunikasi dan pemahaman publik. Pandangan tersebut diperkuat oleh Merilee S. Grindle (1980) yang menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan dipengaruhi oleh konteks lokal dan kapasitas aktor pelaksana di tingkat bawah.
Berangkat dari kerangka tersebut, PKM ini tidak hanya melakukan analisis, tetapi juga memberikan pendampingan singkat kepada aparatur Desa Bonto Somba terkait strategi komunikasi pelayanan publik yang lebih efektif, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Kepala Desa Bonto Somba, Suparman, S.AP, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai keterlibatan akademisi sangat membantu dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan pelayanan desa.
“Kami berharap hasil kegiatan ini dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus perbaikan dalam pola komunikasi kami dengan masyarakat ke depan,” ungkap Suparman.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan oleh tim dosen yang diketuai Drs. Ibrahim, M.Si, dengan anggota Dra. Muliati, M.Si, Dr. Ashariana, M.Si, Nurkadarwati, S.Sos., M.Si, serta Andi Asy’hary J. Arsyad, S.I.Kom., M.I.Kom.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Pejuang Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan tata kelola pemerintahan desa, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah pelosok Kabupaten Maros.
News Feed
Ditlantas Polda Sulsel Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Bareng Warga
17 Juni 2026 10:55
Kabar Gembira! Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026
17 Juni 2026 10:47
Berita Populer
17 Juni 2026 08:05
17 Juni 2026 10:41
17 Juni 2026 10:55
