Redaksi : Minggu, 25 Januari 2026 12:34
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pingsan saat Upacara Persemayaman dan Pemberangkatan Jenazah Pegawai Korban Pesawat Jatuh ATR 42-500, Minggu (25/1) (Tangkapan layar Youtube)

BUKAMATANEWS - Suasana duka menyelimuti prosesi penghormatan dan pelepasan jenazah tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menjadi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Di tengah upacara yang sarat emosi tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tiba-tiba pingsan saat memimpin prosesi.

Peristiwa itu terjadi di Auditorium Madidihang, Akademi Usaha Perikanan (AUP) Kelautan dan Perikanan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1). Trenggono saat itu tengah memimpin upacara penghormatan terakhir sekaligus penyerahan jenazah kepada pihak keluarga korban.

Dilansir detikcom, Trenggono naik ke podium sekitar pukul 09.20 WIB. Namun, belum lama menyampaikan prosesi penyerahan, ia mendadak kehilangan kesadaran dan terjatuh di hadapan para pelayat. Petugas segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi Trenggono ke luar auditorium sebelum dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pingsannya Menteri KKP dalam prosesi tersebut.

Upacara pelepasan jenazah berlangsung dalam suasana haru, sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi tiga pegawai KKP yang gugur dalam kecelakaan pesawat ATR 42-500. Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1).

Pesawat nahas itu kemudian ditemukan jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam penerbangan tersebut terdapat 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang dari KKP.

Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seluruh korban dalam operasi pencarian yang berlangsung beberapa hari. Korban terakhir ditemukan pada Jumat (23/1).

Adapun tiga pegawai KKP yang menjadi korban dalam kecelakaan ini adalah Kapten Andy Dahananto, Ferry Irawan, dan Yoga Naufal. Ketiganya dilepas dengan penghormatan terakhir dari institusi tempat mereka mengabdi, di tengah duka mendalam keluarga dan rekan kerja.