MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Sulsel kembali mengungkap identitas tujuh kantong jenazah kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport ATR 42-500 yang diserahkan oleh Basarnas. Dengan demikian, tim DVI telah mengungkap identitas 10 korban kecelakaan pesawat IAT ATR 42-500.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhadhani Rahardjo Puro, mengatakan, tim DVI Polda Sulsel dan Polri telah berhasil mengungkap identitas tujuh kantong jenazah korban kecelakaan IAT ATR 42-500 yang sebelumnya diserahkan oleh Basarnas. Dengan terungkapnya identitas tujuh kantong jenazah tersebut, total sudah 10 orang yang sudah teridentifikasi.
"Jadi kami sampaikan kepada rekan-rekan, dari 11 body pack (kantong jenazah) yang kemarin dikirim, 10 body pack telah teridentifikasi, yaitu dengan kondisi apapun bagian tubuh masih bisa terbaca dan dapat diidentifikasi lebih lanjut," ujarnya kepada wartawan saat jumpa pers di Gedung Biddokes Polda Sulsel, Sabtu, 24 Januari 2026.
Kepala Biddokes Polda Sulsel Komisaris Besar Muh Haris, menambahkan, tujuh kantong jenazah yang diserahkan oleh Basarnas berhasil diungkap identitasnya. Identitas ketujuh korban tersebut setelah dilakukan pemeriksaan pada sidik jari, gigi, properti dan ciri medis lainnya.
"Melalui sidik jari, data gigi, properti, dan
ciri medis," ucapnya.
Haris merinci untuk kode Post Mortem PM 62.B.05 cocok dengan ante mortem nomor AM 008. Kantong jenazah kelima ini terungkap adalah Yoga Nouval Prakoso. Yoga tercatat sebagai pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bagian operator foto udara.
"Teridentifikasi sebagai Yoga Normal Prakoso, beralamat di Jalan Tutul Raya Nomor 264, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur," ujarnya.
Selanjutnya, kode kantong jenazah PM 62.B.06 dan PM 62.B.03 Body Part atau bagian tubuh cocok dengan AM 003 teridentifikasi sebagai Hariadi (57). Hariadi merupakan kru pesawat IAT ATR 42-500.
"PM 62.B.03 dengan PM 62.B.06 body part, cocok dengan nomor AM003 dan teridentifikasi sebagai Hariadi, alamat Perumahan Puri Kahuripan Kahuripan 3 Nomor 4, RT.003, RW.008 Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah," kata Haris.
Ketiga, kode kantong jenazah PM 62.B.07 cocok dengan ante mortem nomor AM 001 yang teridentifikasi sebagai Muh Farhan Gunawan (26). Farhan merupakan Co-Pilot IAT ATR 42-500.
"Tiga, kantong jenazah dengan nomor PM 62.B.07 cocok dengan nomor AM 001 dan teridentifikasi sebagai Muhammad Parhan Gunawan, beralamat di Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan," ungkapnya.
Selanjutnya, kantong jenazah nomor PM 62.B.08 adalah Ferry Irawan (41). Ferry adalah pegawai KKP.
"Empat, kantong jenazah dengan nomor PM 62.B.08 cocok dengan nomor AM 007 dan teridentifikasi sebagai Ferry Irawan, alamat Jalan Rawameneng Nomor 43 RT 04 RW 05, Desa Janti, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat," tuturnya.
Korban lainnya dengan nomor kantong jenazah PM 62.B.09 teridentifikasi atas nama Dwi Murdiono (40). Data Post Mortem Dwi cocok dengan data Ante Mortem nomor AM 005.
"Kantong jenazah dengan nomor PM 62.B.09 cocok dengan nomor AM 005 dan teridentifikasi sebagai Dwi Murdiono, alamat Jalan Rajasari Perum Puri, Indrakita Blok B.5, Sasak Panjang, Bogor, Jawa Barat," kata Haris.
Kantong jenazah nomor PM 62.B.10A, PM 62.B.10B berupa Body Part atau bagian tubuh, dan PM 62.B.05 properti teridentifikasi atas nama Restu Adi Pribadi (40). Data Restu cocok dengan Ante Mortem nomor AM 009.
"Kantong jenazah dengan nomor PM 62.B.10A dan PM 62.B.10B body part serta PM 62.B.05 properti, cocok dengan nomor AM 009 dan teridentifikasi sebagai Restu Aji Pribadi, Alamat Jalan Tanjakan Kampung Baru, Kecamatan Kampung Makasar, Halim Perdana Kusuma," kata dia.
Terakhir, adalah korban yang berhasil teridentifikasi yakni Andi Dahananto (58). Andi Dahanando merupakan pilot IAT ATR 42-500.
"Tujuh, kantong jenazah dengan nomor PM 62.B.11 cocok dengan nomor AM 010 dan teridentifikasi sebagai Anti Dahananto, alamat Perumahan Tigaraksa, Desa Marga Sari Blok A1/36 Nomor 27, RT 006 RW 002, Tangerang, Banten," tuturnya.
Dengan demikian, kata Haris, tim gabungan DVI telah mengidentifikasi 10 korban kecelakaan IAT ATR 42-500.
Sementara itu, Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri, Brigadir Jenderal Mashudi menambahkan identitas tujuh korban pesawat IAT ATR 42-500 terungkap berdasarkan sidik jari. Ia mencontohkan kantong jenazah nomor PM 62.B.05 yang teridentifikasi sebagai Yoga Noval Prayogo.
"Dari tujuh kantong jenazah yang diterima memang semuanya masih bisa teridentifikasi dengan sidik jari. Terhadap kantong jenazah PM 05 (PM 62.B.05) Ini kami mengambil perbandingan jempol kanan," ungkapnya.
Mashudi mengatakan sidik jari jenazah Yoga Noval Prakoso masih terdapat papiler. Ia menegaskan setiap manusia memilki identitas sidik jari yang berbeda.
"Jadi memang kuasa Tuhan itu memberikan kita manusia identitasnya dengan sidik jari. Sidik jari jempol kanan, jempol kiri ataupun jari telunjuk, jari kelingking, itu semuanya beda. Memiliki ciri-ciri khusus," ungkapnya.
"Kemudian kapilernya itu memiliki ciri-ciri ada yang garisnya terputus, titik putus, ada dua jadi satu, dan sebaliknya. Nah, inilah memberikan ciri-ciri khusus," imbuhnya.
Mashudi mengatakan identifikasi bisa terungkap melalui sidik jari jika ada 12 titik kesamaan. Meski demikian, Mashudi mengaku kesulitan untuk mengidentifikasi sidik jari korban atas nama Hariadi.
"Terhadap kantong 06 (PM 62.B.06 atas nama Hariadi) ini sidik jaringan mulai menipis. Tapi dengan ketelitian anggota ini bisa juga menemukan kesamaan," ucapnya.
Mashudi menegaskan hasil identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI gabungan ini bisa dipertanggungjawabkan secara saintifik.
"Mudah-mudahan, tentu saja ini bisa memberikan manfaat kepada keluarga yang tentu sudah menunggu lama. Kepastian identitas jenazah untuk bisa segera diserahterimakan dan dilakukan pemakaman sebagaimana mestinya," pungkasnya. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Bupati Maros Raih Penghargaan dari Basarnas atas Dukungan SAR Kecelakaan Pesawat di Bulusaraung
-
Apel Konsolidasi Tim SAR, Kapolda Sulsel Salut Kinerja Personel Brimob
-
Pemprov Sulsel Berikan Santunan Bagi Korban Kecelakaan ATR 42-500 asal Luwu Timur
-
Duka Mendalam Selimuti Pelepasan Jenazah Korban ATR, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono Pingsan Saat Upacara
-
Operasi SAR Pesawat ATR 42-500 di Pegunungan Bulusaraung Resmi Ditutup